Politik Pemerintahan

Risma Diharapkan Bisa Akur dengan Khofifah

Khofifah-Risma

Surabaya (beritajatim.com) – Dalam pelaksanaan perpanjangan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, Pemkot Surabaya diminta agar lebih serius. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni.

“Karena dalam pelaksanaan PSBB Jilid 1 masih terkesan setengah hati, sehingga kita hanya menderita kerugian ekonomi tapi tujuan berPSBB tidak tercapai, yakni mendisiplinkan masyarakat sehingga sebaran Covid bisa diantisipasi,” ujar Toni, sapaan akrabnya.

Kantor-kantor kecamatan, menurut Toni, dapat dimanfaatkan sebagai posko operasi bersama tiga pilar dalam tujuan untuk mengedukasi masyarakat. “Karena karakteristik masyarakat Surabaya beragam, maka posko di masing masing Kecamatan tentu berbeda kadar penindakannya,” jelasnya.

“Terkait Sosial Safety Net, baik yang dianggarkan oleh APBN, APBD Provinsi dan APBD Kota Surabaya sebesar 164 Milyar, libatkanlah RT dan RW secara aktif melalui Lurah2 se Surabaya, sehingga jaring pengaman sosial tersebut benar2 sampai kepada yang membutuhkan, baik yang kategori MBR maupun yang rentan terdampak Covid spt pekerja formal yang dirumahkan maupun para pemilik warkop yang berhenti beroperasi karena penerapan PSBB,” tambah Toni.

Kondisi sinergi yang sering disebut kurang baik antara pihak Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya pun tak lepas dari sorotan pria yang lama berkarir menjadi jurnalis ini. “Walikota harus mengintensifkan sinergi dengan Gubernur Jawa Timur agar pelaksanaan PSBB Jilid 2 bisa berlangsung dengan sukses, karena suka dan tidak suka, Gubernur merupakan kepanjangan tangan pemerintah Pusat, yang mendapat pendelegasian wewenang dari Pemerintah Pusat,” cetus Toni.

“Jangan bersikap Walikota Rasa Presiden sehingga enggan berkoordinasi dengan Gubernur, apapun yang terjadi dimasa lalu, perbedaan pandangan dimasa lalu sebaiknya dihilangkan, karena saat ini kita menghadapi pandemik Covid, ini urusan penyelematan nyawa manusia, sesuai ajaran Gus Dur diatas politik adalah nilai kemanusiaan,” pungkasnya. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar