Politik Pemerintahan

Riset PRC: Respons Warganet Jember Terhadap Bupati Faida Negatif

Jember (beritajatim.com) – Political Research anda Consulting (PRC) menyatakan, jelang pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, pemberitaan di internet dan media sosial masih didominasi Bupati Faida.

“Incumbent masih mendominasi baik di media sosial maupun media pemberitaan, tapi tone atau respons masyarakat sangat negatif,” kata Direktur PRC Rio Prayogo.

Hal ini didasarkan riset PRC yang memantau media sosial dan pemberitaan online. Ada tiga isu krusial yang jarang dikomentari bakal calon bupati yang menjadi penantang petahana, yakni isu jalan rusak, politik anggaran APBD, dan Persid Jember.

Rio menyarankan agar para bakal calon bupati banyak mengomentari tiga isu krusial ini. “Sehingga akan muncul pertarungan gagasan, sehingga pilkada 2020 tidak miskin ide,” katanya.

“Ini peluang bagi mereka yang berencana mencalonkan diri dalam pilkada untuk memberikan solusi atau gagasan terhadap tiga isu krusial. Bagi incumbent, tone negatif adalah warning untuk memperbaiki dirinya terkait melayani masyarakat Jember jika ingin terpilih lagi,” kata Rio.

Isu itu memang bisa berubah. Namun para bakal cabup harus memberikan perhatian terhadap apa yang paling banyak dibicarakan masyarakat. “Bagaimana masyarakat bisa tahu tentang si A, si B, atau si Z jika mereka tidak pernah mengomentari isu apapun di Jember,” kata Rio.

Para bakal calon bupati tak boleh meremehkan media sosial internet. “Mereka yang saat ini sudah engage dengan smart phone menjadikan media online dan media sosial sebagai referensi untuk memberikan sikap politik saat Hari-H pemungutan suara di TPS,” kata Rio.

“Kedua, mereka punya kemampuan menyebarkan, sehingga orang-orang yang tidak terkoneksi dengan media sosial pun tahu. Itulah yang saya katakan para pengguna smart phone itu adalah opinion maker. Mereka bisa menyebarkan perbincangan masyarakat kelas menengah ke grasa root,” kata alumnus Himpunan Mahasiswa Islam ini.

Menurut Rio, mereka yang terhubung dengan ponsel cerdas dan media sosial internet mencapai 30 persen dari pemilih di Jember. “Rumah tangga yang terkoneksi dengan smart phone di Jatim mencapai 84,6 persen, punya akun Facebook, Instagram, dan lain-lain. Itu media baru dalam berpolitik;” katanya. (wir/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar