Politik Pemerintahan

Ribuan Calon KPPS di Banyuwangi Reaktif Rapid Tes

Ketua KPU Banyuwangi Dwi Anggraeni Rahman

Banyuwangi (beritajatim.com) – Hasil rapid test yang diselenggarakan oleh KPU Banyuwangi menunjukkan ribuan personel Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Banyuwangi dinyatakan reaktif. Jumlah total yang dinyatakan positif itu sekitar 1800 an dari 33.705 personil KPPS dan Linmas.

“Rapid tes mulai tanggal 26 sampai 29 November kemarin. Kita kerjasama dengan Rumah Sakit NU. Pihak rumah sakit sudah mengkoordinasikan hal ini dengan Dinas Kesehatan,” ungkap Ketua KPU Banyuwangi Dwi Anggraeni Rahman, Rabu (2/12/2020).

Meski demikian, KPU Banyuwangi mengambil langkah untuk meminta para personel KPPS dan Linmas tersebut untuk isolasi mandiri. KPU Banyuwangi tidak menindaklanjuti dengan tes swab.

“Disarankan untuk isolasi mandiri. Di regulasi kita, bagi yang reaktif juga isolasi mandiri selama 10 hari. KPU juga tidak melajukan tes Swab karena tidak ada anggarannya,” katanya.

Isolasi mandiri yang harus dijalani oleh para petugas itu selama 10 hari. Namun, bagi mereka yang melakukan tes rapid kurang dari 10 hari maka akan diganti.

“Setelah menjalani isolasi mandiri selama 10 hari, maka yang reaktif rapid tes sudah dinyatakan bebas Covid-19 sehingga bisa menjalankan tugasnya sebagai KPPS pada tanggal 9 Desember. Tapi, ada tiga personel yang juga reaktif harus diganti. Karena, yang bersangkutan baru menjalani rapid tes pada hari Senin kemarin sehingga waktu isolasi mandiri tidak mencukupi hingga hari pencoblosan,” pungkasnya. (rin/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar