Politik Pemerintahan

Ribuan Akta Kelahiran Anak di Ponorogo Hanya Cantumkan Ortu Tunggal

Ponorogo (beritajatim.com) – Data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo, ada ribuan akta kelahiran anak yang hanya mencantumkan nama ibunya sebagai orang tua. Praktis akta kelahiran tersebut tercatat sebagai orang tua tunggal dan tidak mencantumkan nama orang tua untuk bapaknya. Hal tersebut terjadi lantaran anak-anak itu disinyalir lahir bukan dari hasil perkawinan sah atau sesuai dengan administrasi negara.

“Catatan kami ada 2120 akta kelahiran yang tidak mencantumkan nama bapak, hanya nama ibunya saja yang dicantumkan,” kata Kabid pelayanan catatan sipil Dispendukcapil Ponorogo, Suwandi, Kamis (11/3/2021).

Suwandi menjelaskan, meski hanya mencantumkan nama ibu dalam akta kelahiran, namun itu dianggap sah sebagai dokumen negara. Sebab, sesuai dengan peraturan presiden (perpres) nomor 96 tahun 2018. Di perpres itu, pada pasal 34 disebutkan bahwa, ketika seorang anak diajukan, kemudian kata orang tua tidak menyebutkan sebagai suami istri dan tidak bisa menunjukkan surat nikah, atau akta perkawinan atau akta cerai orang tua, secara otomatis anak akan tercatat sebagai anak seorang ibu.

“Jadi akta kelahiran anak yang menyebutkan orang tua hanya nama ibunya itu juga sebagai dokumen negara. Karena sesuai Perpres nomor 96 tahun 2018 di pasal 34,” katanya.

Jumlah akta kelahiran yang hanya mencantumkan nama ibu itu, angkanya relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Ponorogo yang hampir mencapai 1 juta orang. Namun, menjadi besar jika 2120 akta kelahiran itu tanpa pembanding. Artinya, kata Suwandi di Ponorogo masih banyak kelahiran anak tanpa diikuti dengan perkawinan yang sah atau sesuai hukum administrasi negara. “Ya angka 2120 itu lumayan banyak, kalau kelahirannya tidak diikuti dengan perkawinan yang sah atau tercatat di administrasi negara,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar