Politik Pemerintahan

Ribuan Ahli Waris Ajukan Dana Kematian ke Pemkab Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejak awal tahun 2019 Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Bojonegoro telah mencairkan dana santunan kematian sebanyak 270 ahli waris. Selain bantuan santunan kematian Pemkab juga telah menyiapkan bantuan berupa dana insentif untuk tahlil/yasin, tenaga kebersihan tempat ibadah serta pengurus jenazah perempuan.

Menurut data yang diperoleh dari total pagu 2.400 penerima, sebanyak 1.181 data ahli waris telah melalui proses pengajuan dan 443 ahli waris sedang dalam proses pencairan, menunggu dari BPKAD.

Kepala Bagian Kesra Pemkab Bojonegoro, Sahari menjelaskan bahwa ada dua hal utama yang menyebabkan terkendalanya proses pencairan dana santunan kematian tersebut. Pertama karena masalah administrasi. Banyak data kependudukan yang tidak sinkron.

Kedua adanya surat edaran dari KPK yang poinnya larangan bagi Kepala Daerah untuk menyalurkan dana bantuan hibah dan sosial sebelum pelaksanaan Pemilu serentak pada April. “Oleh karena itu sebagai penyelenggara negara harus mematuhinya,” jelas Sahari, Jumat (21/6/2019).

Sedangkan untuk program program yang lain yaitu bantuan insentif untuk tahlil, tenaga penjaga kebersihan tempat ibadah serta pengurus jenazah perempuan sedang dalam proses SK turun.

Darno, salah satu ahli waris penerima bantuan yang sedang mengurus dana menyampaikan respon baiknya terhadap program santunan kematian. “Saya kira programnya baik dan sudah membantu (memberikan keringanan). Saya mengajukan dari Januari dan alhamdulillah sudah beres sekarang,” ungkapnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar