Politik Pemerintahan

Revitalisasi Pasar Tradisional ala Hendy-Firjaun Dilengkapi Digitalisasi

Jember (beritajatim.com) – Revitalisasi pasar tradisional di Kabupaten Jember, Jawa Timur, merupakan sebuah keniscayaan. Namun revitalisasi ini tak hanya bersifat fisik, namun juga digitalisasi ekonomi.

Hendy Siswanto, calon bupati yang diusung koalisi Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera, Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Demokrat, dalam pemilihan kepala daerah tahun ini, menegaskan, esensi pasar tradisional adalah pusat belanja rakyat.

Jika kemudian pasar tradisional kalah bersaing dengan pasar modern dan waralaba modern, Hendy menilainya sebagai dinamika persaingan pasar. Satu-satunya jalan adalah memperkuat eksistensi pasar tradisional.

“Pasar tradisional harus siap bersaing di tengah modernitas. Karena itu, pemerintah daerah akan hadir menjadi penyokong kebutuhan para pedagang dan komunal warga pasar, agar semakin eksis dan tidak kalah dengan pasar modern,” kata Hendy, Sabtu (31/10/2020).

Hendy sempat mengunjungi para pedagang kecil di Pasar Kalisat, Rabu (28/10/2020) kemarin, dan berdialog dengan mereka. Dia juga berkeliling untuk melihat kondisi pasar tersebut.

Hendy ingin pasar tradisional tertata dengan rapi, bersih dan nyaman untuk konsumen. “Membangun pasar tradisional bagi kami adalah salah satu upaya untuk mengembalikan hak rakyat untuk mendapat fasilitas umum yang layak dan memadai,” katanya.

Moch. Eksan, Koordinator Partai Nasdem untuk Pemenangan Pilkada Jember, mengatakan, pasar tradisional menjadi urat perekonomian rakyat. “Oleh sebab itu di tengah persaingan usaha antara pasar tradisional dengan pasar modern, tentu keberpihakan pemerintah pada pasar tradisional, karena pelaku pasar tradisional melibatkan banyak masyarakat kecil dari berbagai daerah,” katanya.

Jika kelak memerintah, Hendy dan Firjaun tak cukup hanya merevitalisasi pasar dalam aspek sarana dan prasarana. “Lebih dari itu harus ada upaya melakukan digitalisasi pasar tradisional. Itu harus difasilitasi pemerintah daerah dengan sungguh-sungguh. Misalnya orang bisa memesan sayur-mayur dari outlet-outlet di pasar tradisional,” kata Eksan.

Pemerintah daerah harus berupaya memfasilitasi perkembangan pasar tradisional, melalui pengembangan jaringan. “Entah dengan cara mengembangkan aplikasi sendiri atau bergabung dengan aplikasi yang ada. Barangakali keberpihakan pemerintah dengan mendorong agar pasar tradisional makin hari makin kuat,” kata Eksan.

“Dengan memperkuat permodalan, jaringan, dan memperkuat pasar. Salah satunya pasar online,” kata Eksan. Pelatihan pengembangan ekonomi digital oleh pemda bisa jadi bagian dari ikhtiar agar pasar tradisional bisa tumbuh lebih baik.

Kehadiran waralaba, menurut Eksan, harus difasilitasi pemerintah dengan melibatkan mereka dalam pengembangan platform ekonomi digital dan merangkuk pasar tradisional. “Keberpihakan pemerintah harus jelas,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar