Politik Pemerintahan

Revitalisasi Pasar Daerah di Ponorogo untuk Genjot PAD

Kepala Disperdagkum Addin Andhanawarih. [foto: Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Sejak 2016 hingga 2019, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo telah menyelesaikan revitalisasi 10 pasar yang tersebar di wilayah bumi reyog. Selama ini menggunakan sumber dana dari APBN untuk proses pengerjaannya.

“Saat ini yang dalam proses pembangunan ada empat. Jadi nanti jika ditotal ada 14 pasar daerah direvitalisasi,” kata Kepala Disperdagkum Addin Andhanawarih, Jumat (18/10/2019).

Addin mengungkapkan, empat pasar yang masih dalam proses pengerjaan tersebut, meliputi Pasar Badegan, Pasar Sayur Sumoroto bagian selatan dan Pasar Taman Sari Kecamatan Sambit. Sementara itu, Pasar Legi Ponorogo pembangunan ulangnya menelan biaya Rp 165 miliar.

“Kini progres pengerjaanya telah dilelang dan memasuki tahap pengecekan lapangan dengan 9 peserta,” katanya.

Revitalisasi pasar daerah yang dilakukan selama ini, kata Addin, akan berdampak positif dari pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pasalnya ada tiga pasar yang yang dikelola oleh Kementrian Perdagangan (Kemendag) pasca direvitalisasi, telah diserahkan ke daerah. Yakni, pasar Pulung, Sawoo, dan Bungkal

“Target PAD Insyallah melampui batas, mengingat saat ini sudah 70 persen. Ditambah lagi akan ada 3 pasar yang sudah dikelola daerah,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar