Politik Pemerintahan

Resmi Dilantik, Plh Bupati Gresik Tak Boleh Putuskan Kebijakan Strategis

Plh Bupati Gresik Abimanyu Pontjo Iswinarno (kiri) menerima buku dari Plt Bupati M.Qosim (kanan).yang telah resmi mengakhiri jabatannya

Gresik (beritajatim.com) – Setelah resmi dilantik, Plh Bupati Gresik Abimanyu Pontjo Iswinarno memimpin roda pemerintahan selama 10 hari. Pejabat yang banyak merangkap jabatan itu, menahkodai Pemerintah Daerah Gresik sementara sampai bupati dan wakil bupati terpilih dilantik sampai 26 Februari 2021.

Kendati sebagai Plh bupati, namun Abimanyu sapaan akrabnya tidak boleh mengambil kebijakan strategis.

Sebelum dilantik menjadi Plh Bupati Gresik. Abimanyu menceritakan penunjukkan dirinya sebagai Plh sesuatu yang luar biasa. Pasalnya, sejak mengabdi sebagai aparatus sipil negara (ASN). Banyak jabatan yang pernah diembannya mulai dari staf biasa, residen, asisten III Pemprov Jatim, Pj Sekda Gresik, dan sekarang menjadi Plh Bupati.

“Selama tujuh bulan saya menjadi Pj Sekda Pemkab Gresik. Ada sesuatu yang saya rasakan seperti sudah bertugas puluhan tahun. Hal ini tidak terlepas dari kekompakan forkopimda dan unsur lainnya,” ujarnya, Kamis (18/02/2021).

Ia menjelaskan saat serah terima jabatan dan pelepasan Bupati dan Wakil Bupati Gresik masa bakti 2016-2021′ tadi malam. Dirinya melihat sendiri kekompakan Forkopimda Gresik pasca pilkada. Tidak ada gejolak sedikit pun sehingga Gresik tetap kondusif sampai sekarang.

“Kekompakan inilah yang saya jadikan semangat memimpin Gresik bersama forkopimda, ASN, alim ulama serta tokoh masyarakat sampai dilantiknya bupati dan wakil bupati terpilih,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gresik terpilih Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dan Wakil Bupati terpilih Aminatun Habibah (Bu Min) yang juga hadir di acara tersebut mengapresiasi kepemimpinan Bupati Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati M.Qosim selama 10 tahun.

“Tantangan kedepan bukan saling berkompetisi. Tapi, sebaliknya saling berkolaborasi membangun Gresik baru,” kata Gus Yani.

Menurutnya, di era pandemi Covid-19. Dirinya, optimis Gresik kedepan menjadi kota semua yang dirasakan oleh masyarakat. Untuk itu, peran alim ulama harus selalu bersinergi agar Gresik baru kedepan bisa dirasakan.

Plt Bupati Gresik M.Qosim yang mengakhiri jabatannya menyatakan dirinya menyampaikan permohonan maaf selama kepemimpinan Bupati Sambari.

“Pak Sambari itu orangnya baik selama 10 tahun mengabdi dapat melaksanakan program yang diputuskan bersama dengan DPRD. Maka potensi Gresik berubah menjadi power karena berhasil menyabet 191 penghargaan baik tingkat Provinsi Jatim maupun nasional. Karena itu, saya dan Bupati Sambari Halim Radianto mohon pamit,” ungkapnya. (dny/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar