Politik Pemerintahan

Reses Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Bawa Usulan Warga Atasi Banjir

Bojonegoro (beritajatim.com) – Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Mochlasin Afan melakukan reses masa sidang pertama 2021 di Kecamatan Kepohbaru.

Dalam agenda menyerap aspirasi warga terhadap evaluasi dan usulan program pemerintah ke depan itu ada beberapa hal yang sudah dikantongi. Salah satunya evaluasi pembangunan jalan cor terhadap dampak banjir yang terjadi.

“Mekanisme reses lebih pada menjaring masukan, usulan dan program yang dititipkan melalui kami. Barangkali karena kesulitan melalui reguler baik dari kecamatan dan desa, maka kita memberikan ruang untuk itu,” ujarnya, Senin (1/2/2021).

Dari reses yang dilakukan pada Sabtu 30 Januari 2021 di rumah Anis Bustaman, Desa Sumberagung RT 13 RW 03, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro itu dihadiri dari beberapa perwakilan kepala sekolah, guru dan masyarakat umum.

“Banyak yang menanyakan soal penundaan pencairan dana bos. Pihak sekolah sudah beberapa kali dimintai usulan tapi tidak cair. Sehingga hal itu perlu penyampaian narasi dari bupati kenapa bos dipending agar tidak terjadi miskomunikasi,” terangnya.

Selain penundaan pencairan dana bos, juga ada beberapa kebijakan pembangunan yang berdampak negatif kepada mereka, salah satunya pengecoran jalan yang menyebabkan dampak banjir lebih masif. Beberapa daerah yang selama ini tidak pernah banjir sekarnag terdampak banjir. “Usulan itu akan kami tampung dan sampaikan kepada SKPD terkait dan akan kami pertanyakan soal perencanaannya seperti apa,” ungkapnya.

Beberapa aspirasi seperti ini, kata politisi asal Partai Demokrat itu menjadi penting untuk ditindaklanjuti. Karena beberapa usulan dan masukan tersebut bisa menjadi bahan evaluasi program pemerintah daerah. “Di Kepohbaru aspirasi lebih banyak pada usulan sudetan sungai yang itu bisa mengurangi dampak banjir insidentil, karena akhir-akhir ini hujan dengan intensitas agak tinggi pasti banjir,” ujar Anis Bustaman.

Sementara diketahui, beberapa daerah yang sebelumnya tidak pernah banjir saat hujan intensitas tinggi menjadi banjir diantaranya, di Desa Woro, Bumirejo sampai ke timur yang terhubung dengan Desa Tulungagung.

Sementara diketahui, selama masa Pandemi Covid-19 ini, proses pelaksanaan reses anggota DPRD Bojonegoro dibatasi waktu dan jumlah undangan yang datang. Batas waktu hanya diberikan satu jam dan peserta dibatasi maksimal hanya 50 orang. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar