Politik Pemerintahan

Resep Banyuwangi: Bupati Tidak Menegasikan DPRD

Jember (beritajatim.com) – Selama dua periode kepemimpinan, salah satu kunci keberhasilan pembangunan di Banyuwangi adalah kekompakan pemerintah kabupaten dan DPRD setempat.

Hal ini diungkapkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dalam diskusi mengenai pemilihan kepala daerah di Gedung Sutardjo, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2020).

“Pemerintah daerah bukan hanya eksekutif, tapi eksekutif dan legislatif. Maka saya sebagai bupati tidak punya opsi untuk menegasikan DPRD. Semua kegiatan harus meyakinkan Dewan. Di situlah pemimpin politik untuk meyakinkan partai politik agar mereka mendukung kami,” kata Anas.

Kuncinya komunikasi. “Ya diajak ngopi, rokokan, duduk-duduk, kira-kira begitu. Alhamdulillah, dinamika tinggi tapi bisa diyakinkan. Tapi yang paling penting adalah bagaimana kegiatan-kegiatan yang kami kerjakan bisa dirasakan rakyat,” kata Anas.

Anas mencontohkan penentangan DPRD terhadap Festival Banyuwangi selama tiga tahun. “Saya setiap enam bulan melakukan survei independen. Saya bekerjasama dengan LSI (Lingkaran Survei Indonesia) Denny JA. Angka (survei) ini saya sampaikan ke DPRD. DPRD tidak setuju festival, tapi 80 persen rakyat Banyuwangi suka dengan festival. Ini saya sampaikan ke ketua-ketua partai,” katanya. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar