Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Reno: 13 Ketua DPAC di Surabaya Mundur, Tapi Tetap Demokrat!

Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak enam orang Ketua DPAC dari 13 DPAC Partai Demokrat se-Surabaya menyatakan mengundurkan diri sebagai pengurus DPAC. Mereka mendatangi kantor DPD Partai Demokrat Jatim, Jalan Kertajaya Surabaya, Rabu (3/8/2022).

Para politisi itu bertemu dengan Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim, Reno Zulkarnaen. Keenam ketua DPAC tersebut adalah Suparjan Tenggilis, Mustakin Kenjeran, Samsul Arifin Wonokromo, Siti Badriyah Dukuh Pakis, Endang Mujiati Gayungan,  dan Lusiati Lakarsantri.

Dalam pertemuan yang berlangsung santai dan komunikatif itu, Sekretaris DPD Demokrat Jatim didampingi oleh Sekretaris BPOKK Saifuddin. Para ketua DPAC ini menyatakan tetap setia pada Demokrat dan siap menaikkan kursi Demokrat Surabaya menjadi 14 kursi.

“Kami berterima kasih atas undangan ngobrol ini, dan senang karena kami merasa dihargai,” kata Suparjan, Ketua DPAC Kecamatan Tenggilis.

“Kami memang mundur sebagai pengurus, namun kami tetap ada di Demokrat. Bahkan kami siap membesarkan Demokrat di Surabaya. Kami tetap semangat untuk membantu Surabaya menambah kursi dari empat kursi menjadi 12 kursi,” ujarnya.

Samsul Arifin dari Wonokromo mengatakan kesetiaannya kepada Demokrat, meski dirinya tidak lagi menjadi pengurus DPAC, “Kami tetap solid, tetap setia ada di Demokrat. Apapun kami mau menjadi pengurus atau tidak, kami tetap berjuang untuk Demokrat,” katanya.

Ini juga dikuatkan Siti Badriyah dari Dukuh Pakis, yang siap berjuang untuk Demokrat di bawah kepemimpinan Emil Dardak dan Ketum AHY.  “Kami mundur dari pengurus DPAC, tapi bukan berarti kami mundur dari Demokrat. Kami tetap akan maju satu barisan untuk Demokrat, mendukung kepemimpinan Pak Emil dan Pak AHY makin maju,” tuturnya.

Sedangkan Mustakim Ketua DPAC dari Kenjeran, mengatakan darah biru Demokrat sudah mengalir dalam dirinya, meski saat ini sudah mundur sebagai pengurus DPAC Demokrat. Namun, perjuangannya tetap untuk Demokrat. “Ini bukan mundur dari partai lho. Memang saya nggak berkenan kalau ditunjuk jadi pengurus DPC (Surabaya). Namun, jika DPD memberi wadah kami siap kapan saja,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim, Reno Zulkarnaen mengaku senang sudah mendengar keluhan dan harapan para kadernya di tingkat kecamatan ini.

Pria yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim ini mengatakan bahwa semuanya sudah terang, bahwa mereka tetap ada di Demokrat. “Alhamdulillah pertemuan ini bisa meluruskan bahwa mereka itu memang mundur sebagai pengurus, tapi tetap ada di Demokrat. Tidak seperti kabar yang bersliweran bahwa mereka keluar dari Demokrat. Tidak ya, mereka masih setia pada Demokrat. Semua tetap cinta Demokrat, tetap cinta Mas Emil dan cinta Ketum AHY,” tukasnya.

Reno menambahkan, DPD akan memberi wadah untuk mereka. “Insya Allah DPD akan memberi wadah untuk mereka tetap di Demokrat, cuman harapannya apa ya mereka biarkan berembug mau berada di kepengurusan dimana. Cuman urusan kepengurusan partai, ya tentu berjenjang ya. Apa yang terjadi kemarin itu miskomunikasi, yang Alhamdulillah ini sudah bisa dicairkan dengan ngobrol secara seduluran di DPD,” pungkasnya. [tok/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev