Politik Pemerintahan

Rencana Aksi Massa Tolak RUU di Surabaya, ITS Minta Tidak Dilibatkan

Surabaya (beritajatim.com) – ITS Surabaya mengeluarkan surat edaran resmi terkait sikap mereka dalam rencana aksi demo menolak pengesahan RUU. Surat itu ditandatangani langsung oleh Rektor ITS, M. Ashari.

Dalam surat bernomor B/78672/IT2/HK.00.02/2019 itu, ITS menegaskan bahwa pihaknya meminta agar tidak dilibatkan terkait aksi demo yang hendak dilakukan. Proses perkuliahan di ITS pun dipastikan berlangsung normal.

“Secara institusi ITS tidak terlibat dalam aksi tersebut,” ujar Ashari dalam surat edaran itu.

“Partisipasi dalam aksi tersebut diminta untuk tidak melibatkan ITS dalam bentuk apapun dan segala hal yang dilakukan dalam aksi tersebut menjadi tanggung jawab pribadi,” tambahnya.

Sebagai informasi, muncul poster di Surabaya yang menyatakan ajakan aksi untuk siswa, mahasiswa, pekerja dan para sivitas akademika.

Dalam poster yang berwarna merah dan disertai tanda pagar #SurabayaMenggugat itu berisi beberapa tuntutan, di antaranya; tolak RUU KPK, tolak RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertanahan, sahkan RUU P-KS, permasalahan kebakaran hutan, penindasan Papua, demokrasi dikebiri, dan dwifungsi aparat.

Rencananya aksi akan dilakukan pada hari Kamis tanggal 26 September 2019 dari kawasan Tugu Pahlawan Surabaya menuju Gedung DPRD Jatim.

Sebelumnya, sejak Senin (23/9) aksi sudah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia seperti Yogyakarta, Riau, Jember, Jakarta, Malang dan Bandung, mereka menuntut DPR agar tidak jadi mensahkan UU KPK, RUU KUHP, dan lainnya.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar