Politik Pemerintahan

Rektor Unira Malang: People Power Ancaman Serius Bagi Demokrasi

Menurut Hasan Abadi, dalam konteks demokrasi, siapapun yang ikut kontestasi pemilu harus siap menang dan siap kalah. Karena sejak awal, sudah disepakati sesuai dengan UU yang berlaku.

Malang (beritajatim.com) – Pemilu 2019 sudah usai. Seluruh pihak harus bisa menahan diri dan tidak mengeluarkan argumennya yang justu mengancam perpecahan Bangsa. Demikian Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Kabupaten Malang, Dr.Hasan Abadi menegaskan, Minggu (12/5/2019) malam.

Kata dia, dalam konteks demokrasi, siapapun yang ikut kontestasi pemilu harus siap menang dan siap kalah. Karena sejak awal, sudah disepakati sesuai dengan UU yang berlaku. “KPU, Bawaslu bahkan sampai KPPS adalah perangkat yang merupakan hasil produk UU. Untuk itu, kinerjanya selama tidak bertentangan dengan UU layak kita apresiasi,” ungkap Hasan.

Rektor termuda Unira yang juga menjabat Ketua Lembaga Pendidikan Maarif (LPM) PCNU Kabupaten Malang itu menegaskan, negara besar seperti Indonesia ini, membutuhkan sikap kenegarawanan dari para tokoh masyarakat dan elite politik.

Ancaman demokrasi, lanjut Hasan, bisa muncul dari siapapun yang tidak siap kalah dalam kontestasi pemilu. Dan juga, bisa muncul dari para pembonceng yang ingin mematikan demokrasi dengan cara-cara yang sepertinya demokratis.

“Dalam konteks ini ancaman people power yang digulirkan adalah ancaman serius bagi demokrasi. Yang merasa tercurangi, silahkan dibuktikan lewat peradilan, kalau belum apa-apa sudah mengancam dengan people power saya pikir itu sangat kekanak-kanakan,” ujarnya.

Hasan mengajak seluruh elemen masyarakat sama-sama menunggu dan mengawasi bersama proses akhir pemilu ini sampai tanggal 22 Mei 2019 nanti. “Kedepan, bila merasa dicurangi silahkan menempuh jalur hukum. Kita jaga negara dan bangsa kita secara bermartabat,” pungkasnya. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar