Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Rekrutmen Tenaga PPPK di Sampang Terkendala Keuangan Daerah

Sekda Sampang, Yuliadi Setiawan (Foto: Zamachsari/beritajatim.com).

Sampang (beritajatim.com) – Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Sampang, Madura, terkendala oleh keuangan daerah. Sebab pengangkatan jumlah yang banyak membutuhkan anggaran tidak sedikit.

Apalagi saat ini penggajian PPPK diserahkan kepada daerah. Sementara APBD Sampang masih sangat minim dalam penganggaran belanja pegawai.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten setempat Yuliadi Setiawan mengakui bahwa APBD di daerahnya memang tidak cukup jika menambah perekrutan PPPK dengan jumlah yang banyak. Apalagi pemerintah pusat membatasi daerah untuk belanja pegawai tidak boleh melebihi dari 30 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU).


“Kami tidak bisa sepenuhnya mengeluarkan kebijakan dengan jumlah Kouta yang banyak bagi para honorer, karena kemampuan keuangan kami yang sangat minim,” terang, Sekda yang akrab disapa Wawan, Kamis (28/7/2022).

Sementara Arif Lukman Hidayat, Kepala BKP SDM Sampang juga mengatakan bahwa pengangkatan honorer ke PPPK dengan jumlah yang besar terkendala kemampuan keuangan daerah.

“Kemampuan keuangan daerah disesuaikan dengan kouta PPPK, agar tidak menabrak aturan,” jelas Arif.

Sebelumnya salah satu perwakilan guru honorer UPTD SDN Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Erniati mengatakan dirinya mewakili rekan-rekan sesama gutu honorer meminta penambahan kuota formasi PPP. Sebab, guru honorer yang lulus passing grade yaitu sebanyak 705 orang, namun kuota formasi yang tersedia hanya sebanyak 110 orang. Itupun terakumulasi sisa formasi pada 2021 dan 2022.

“Apabila guru honorer yang lulus passing grade tidak segera diangkat, maka yang berada di prioritas II dan III dinilainya tidak akan bisa melanjutkan tahapan -tahapan PPPK selanjutnya,” tandasnya. [sar/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev