Politik Pemerintahan

Pilbup Jember

Rekom PKB dan Gerindra Bisa Dongkrak Popularitas Djoko Susanto

Jember (beritajatim.com) – Terbitnya surat keputusan rekomendasi calon bupati Jember dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Gerindra berpotensi mendongkrak popularitas Djoko Susanto.

Djoko terpilih menjadi calon bupati berdasarkan surat keputusan PKB yang ditandatangani Ketua Umum Muhaimin Iskandar dan Sekretaris Jenderal M. Hasanuddin Wahid pada 21 Februari 2020 dan surat keputusan Partai Gerindra yang ditandatangani Ketua Umum Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani pada 26 Februari 2020.

“Munculnya dua rekom itu sangat bagus untuk mempublikasikan nama Pak Djoko, terlepas kontroversinya. Karena hari ini di berbagai kalangan di media sosial, sudah fokus pada pembahasan munculnya dua rekomendasi itu,” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur Hadinuddin, Kamis (19/3/2020).

Hadinuddin menyarankan agar publikasi ini ditindaklanjuti oleh Djoko dengan aksi nyata dan komunikasi politik dengan tokoh dan lapisan masyarakat. “Kalau deklarasi bersama, kami menunggu hasil akhir penentuan calon wakil bupatinya siapa. Kalau ini kan hanya sebatas press release biasa,” katanya.

Dengan bermodal delapan kursi PKB dan tujuh kursi Gerindra di DPRD Jember, Djoko sebenarnya sudah bisa melenggang menjadi calon bupati. Namun calon wakil bupati masih belum bisa ditentukan, karena dua partai itu sama-sama merekomendasikan kader sendiri. PKB menyebut nama Ayub Junaidi sebagai calon wakil bupati. Sementara Gerindra menginginkan Ahmad Halim.

“Siapa yang akan dipilih Pak Djoko sebagai pendamping, akan menunggu hasil musyawarah dari semua partai pengusung, siapa yang akan disepakati,” kata Darsan, juru bicara tim pemenangan Djoko Susanto.

Hadinuddin menegaskan, kunci penyelesaian dualisme calon wakil bupati ini ada pada Djoko Susanto sendiri. “Bagaimana mencari komposisi yang tepat yang bisa diterima PKB dan Gerindra, karena hanya boleh ada satu calon wakil bupati. Banyak kalangan menganggap ini sesuatu yang tidak lumrah. Sebetulnya ini dinamika yang baik bagi perumusan sebuah figur dalam pilkada. Dengan begitu orang akan tahu jalan keluar yang diputuskan Pak Djoko seperti apa. Ini akan jadi catatan menarik bagi orang untuk memberikan keberpihakan dan dukungan kepada beliau,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar