Politik Pemerintahan

Rekom PKB Belum Turun di Sidoarjo, Pengamat: Jika Last Minute Rugikan Calon yang Diusung

Surabaya (beritajatim.com) – Tiga Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berebut rekomendasi DPP PKB untuk maju sebagai Calon Bupati Sidoarjo pada gelaran Pilkada tahun 2020 ini. Ketiganya adalah Amir Aslichin (Mas Iin), Nur Ahmad Syaifuddin (Cak Nur) dan Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor).

Hingga saat ini, DPP PKB belum memberikan rekomendasi pada salah satunya. Tetapi, ketiga-tiganya sama-sama mengaku optimistis bisa mendapatkan rekomendasi dari partai pimpinan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) ini.

Tapi, teka-teki kepastian siapa yang akan mendapatkan dukungan hingga saat ini belum terjawab. Banyak spekulasi berkembang bahwa PKB akan mengeluarkan rekomendasi Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sidoarjo di detik-detik terakhir (last minute) penutupan pendaftaran calon di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

Pengamat Politik dari Lembaga Survei Accurate Research & Consulting Indonesia (ARC Indonesia), Rusman Hadi menjelaskan bahwa rekomendasi calon diberikan pada detik-detik terakhir pendaftaran sah-sah saja sebagai strategi politik. “Tapi harus cermat dihitung untung ruginya,” tukas pria yang akrab Rusman ini melalui rilisnya kepada beritajatim.com, Jumat (21/8/2020).

Tetapi, menurut dia, bila dilihat dinamikanya, PKB lebih tepat mengeluarkan rekomendasi tidak pada detik-detik terakhir. Itu akan lebih menguntungkan kepada pasangan calon yang direkomendasi. Sebab, lebih memiliki banyak waktu untuk melakukan konsolidasi dukungan bila telah memiliki kepastian. “Termasuk lebih memiliki waktu untuk menetralisir konflik internal akibat kekecewaan, bagi kader yang tidak mendapatkan rekom,” ungkapnya.

Tetapi, bila rekomendasi diberikan detik-detik terakhir, dikhawatirkan akan menimbulkan kekecewaan yang sangat berat pada yang tidak mendapat rekom. Sedang mereka juga serius bergerak sebelum-sebelumnya ke masyarakat untuk mendapat simpati masyarakat agar partainya juga merekom.

“Ibarat orang laki-laki sedang berjuang mendapatkan cinta pujaan hatinya, terus diberi harapan, dan ternyata pujaan hatinya juga memberikan harapan kepada beberapa orang, semua digantung, setelah sekian lama berjuang akhirnya hanya satu yang dipilih. Itu sakitnya pasti sangat dalam bagi yang tidak dipilih, kekecewaannya itu bisa menjadi kekuatan, bisa melakukan apa saja untuk menghalangi hubungan pujaan hatinya,” tandas Rusman.

Hal tersebut, kata Rusman akan menimbulkan kekecewaan yang sangat berat, mendalam, berkepanjangan dan semakin sulit untuk dinetralisir. Tak hanya itu, dirinya memprediksi, kekecewaan kader yang tidak mendapatkan rekomendasi bisa saja dengan tidak mendukung kader yang dijagokan PKB.

“Bisa saja mereka memiliki pikiran yang penting bukan yang direkom PKB yang menang, sehingga memberikan dukungan ke calon lain, meski dengan tidak terang-terangan, ini malah berbahaya,” kata Rusman.

Tak hanya itu, kekecewaan yang sama juga pasti akan dialami oleh para pendukung atau loyalis para kader PKB yang tidak mendapatkan rekomendasi partai. Apabila kecewa berat, mereka para pendukung bisa bergerak lebih massif lagi untuk menghadang calon yang diusung PKB, sebagai ekspresi kekecewaan.

Idealnya, menurut Rusman, sebagai partai pemenang di Sidoarjo, dan memiliki banyak kader yang dikehendaki publik memimpin Sidoarjo, PKB tidak terlalu mengekang kadernya, bila perlu PKB mempersilakan kader yang tidak mendapatkan rekomendasi partai digandeng oleh calon-calon yang memiliki potensi bagus untuk memenangkan PIlkada Sidoarjo. [tok/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar