Politik Pemerintahan

Rekom DPP PKB untuk Calon Bupati Sumenep Diupayakan Jatuh pada Kader Sendiri

Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak tujuh bakal calon bupati (bacabup) dan calon wakil bupati (bacawabup) Sumenep yang mendaftarkan diri melalui PKB, tidak semuanya murni kader PKB. Beberapa diantaranya merupakan kader partai lain, birokrat, dan pengusaha.

“Yang paling penting itu, para calon pemimpin Sumenep yang berangkat dari PKB harus berkomitmen membesarkan dan mengabdi untuk masyarakat Sumenep,” kata Sekretaris DPW PKB Jawa Timur, Badrut Tamam, Minggu (29/12/2019).

Badrut berada di Sumenep pada Minggu untuk menghadiri penandatanganan Pakta Integritas An- Nahdliyyah bagi bacabup dan bacawabup Sumenep. Ada tujuh bacabup dan bacawabup yang ‘melamar’ PKB.

Dari tujuh bakal calon tersebut, lima diantaranya mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati, dan dua lainnya sebagai bakal calon wakil bupati. Yang mendaftar sebagai bakal calon bupati adalah Unais Ali Hisyam, Nurfitriana Busyro Karim, Donny M. Siradj, dan Salahuddin Warits. Sedangkan yang mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati adalah Achmad Yunus dan Nurfaizin.

“Tujuh nama itu yang akan diusulkan ke DPP. Siapapun yang direkomendasikan, ya kami semua harus patuh. Tapi memang kami ‘ikhtiarkan’ agar rekomendasi itu jatuh pada kader sendiri,” papar Badrut.

Ia mengingatkan bahwa di PKB, jabatan bukanlah tujuan. Tetapi jabatan adalah alat perjuangan dan pengabdian untuk memberikan yang terbaik bagi Sumenep.

“Kalau sudah ditetapkan DPP, maka semua kader harus mendukung calon yang direkomendasi. Ketidaktaan pada pimpinan adalah sebuah pengkhianatan,” tandasnya. [tem/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar