Politik Pemerintahan

Rekom Dicabut, Djoko Susanto: Kami Tetap Jalankan Amanah PKB

Darsan Afidar, juru bicara tim pemenangan Djoko Susanto

Jember (beritajatim.com) – Darsan Afidar, juru bicara tim pemenangan Djoko Susanto, menegaskan, bahwa pihaknya masih merasa tetap berhubungan baik dengan keluarga besar Partai Kebangkitan Bangsa. Dewan Pimpinan Pusat PKB sendiri resmi mencabut surat rekomendasi pencalonan bupati dan wakil bupati Jember, Jawa Timur untuk pasangan Djoko Susanto dan Ayub Junaidi.

“Kami tetap istikomah dan tetap menjalankan amanah DPP untuk berkolaborasi dengan PKB dan infrastruktur politiknya sampai ke bawah. Sejauh ini silaturahmi Pak Djoko Susanto dengan PKB dan NU secara struktural dan kultural sudah berjalan baik,” kata Darsan, Senin (13/4/2020).

Menurut Darsan, saat ini Djoko dan tim sedang bekerja keras ikut membantu pemerintah mencegah penyebaran Covid-19 dan mengatasi dampaknya. Tim pemenangan Djoko ikut aktif melakukan penyemprotan disinfektan, membagikan cairan penyuci hama tangan, masker, pakaian, makanan, dan sembako. “Kami saat ini fokus: sing penting rakyat,” katanya.

Wakil Ketua DPC PKB Jember Eko Imam Wahyudi menyatakan, SK pencalonan Djoko-Ayub dicabut karena Djoko dianggap telah mengkhianati PKB. “Begitu dia dapat SK, yang seharusnya segera deklarasi tapi tidak mau deklarasi dan juga tidak konsolidasi,” katanya.

Bahkan, lanjut Imam, Djoko dianggap melakukan wanprestasi terhadap Pengurus Cabang NU Jember. Djoko pernah membuat surat pernyataan kontrak jam’iyyah dengan NU, dan tidak dilaksanakan. “Surat (pencabutan SK rekom) ini diberikan DPP kepada internal partai,” katanya. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar