Politik Pemerintahan

Pilkada Gresik 2020

Rekapitulasi Penghitungan Suara Tingkat Kecamatan Tuntas, Paslon NIAT Unggul atas QA

Gresik (beritajatim.com) – Tahapan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Gresik ditingkat kecamatan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) telah tuntas. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan PKPU nomor 5 tahun 2020 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pilkada Serentak.

Secara bertahap nantinya, rrekapitulasi tersebut akan dilakukan ditingkat kabupaten paling lambat pada 17 Desember 2020. “Data rekapitukasi melalui Sirekap juga sudah rampung. Masyarakat bisa melihat hasilnya melalui website kami melalui laman infopemilu,” ujar Elvita Yulianti Komisioner KPU Gresik Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Senin (14/12/2020).

Dengan tuntasnya rekapitulasi penghitungan suara itu. Maka seluruh data rekapitulasi dari tempat pemilihan suara (TPS) menunjukkan progres 100 persen.

Dari total 2.267 TPS yang tersebar diseluruh kecamatan di Kabupaten Gresik. Pasangan calon (paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT) unggul tipis dengan prosentase suara 51 persen atau 369.585 suara. Sedangkan paslon M.Qosim-Asluchul Alif (QA) meraup 49 persen atau 355.438 suara.

Meskipun demikian, lanjut Elvita, rekapitulasi bertahap tetap wajib untuk terus dilakukan. “Sesuai regulasi yang sudah ada. Yang pasti jika semua tahapan sudah dilalui, akan segera kami lakukan penetapan pengumuman hasil penghitungan secara resmi,” ungkapnya.

Disisi lain, pihaknya juga tengah menunggu hasil audit dari kantor akuntan publik (KAP). Yakni tentang Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK). Yang telah dilaporkan masing-masing tim pasangan calon pada 6 Desember lalu.

Dimana, paslon QA dalam laporan LPPDK menyampaikan total pengeluaran sebesar Rp 1.287.500.000. Yang terbagi dalam penggunaan uang Rp 906 juta, penggunaan barang Rp 362,5 juta dan jasa sebesar Rp 19 juta. Sedangkan paslon NIAT melaporkan LPPDK dengan total Rp 328.225.735. Perinciannya Rp 101.750.735 dalam bentuk pengeluaran uang dan Rp 226.475.000 dalam bentuk barang.

“Sesuai dengan syarat administrasi berkas. Keduanya sudah memenuhi aturan yang kami tetapkan. Termasuk memenuhi batas anggaran maksimal kampanye yang bisa digunakan yakni Rp 6,7 miliar,” tandasnya.

Ia menambahkan, proses audit tersebut wajib diselesaikan oleh KAP paling lambat 15 hari setelah laporan diterima. “Audit masih terus dilakukan. Akan kami umumkan hasilnya,” papar Elvita.

Perlu diketahui, bahwa jika hasil audit ditemukan adanya pelanggaran, maka para paslon akan dikenakan sanksi berat. Yakni pembatalan pasangan calon dalam Pilkada Gresik 2020. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar