Politik Pemerintahan

Regulasi Disederhanakan Untuk Mudahkan Perusahaan Ciptakan Inovasi Ramah Lingkungan

Jakarta (beritajatim.com) – Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sigit Reliantoro menyebut, sejak 26 tahun lalu pemerintah telah menginisiasi Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).

Program ini ditempatkan sebagai pembelajaran bagi seluruh perusahaan untuk bisa berperan aktif dalam membangun lingkungan sekitar area operasinya. Semua peraturan best practice sebagai basis juga telah mengalami pengembangan kriteria.

“Dari sekian banyak aturan dan tools, kami simplifikasi untuk memudahkan dunia usaha dalam kelola lingkungan. Kami gunakan kriteria PROPER untuk belajar apa kendala, bahkan bisa jadi peluang yang bisa ditingkatkan dari regulasi atau tool-tool yang ada,” kata Sigit, kemarin.

Menurutnya, untuk meningkatkan kualitas PROPER yang juga berdampak pada kualitas kontribusi pelaku usaha terhadap lingkungannya, KLHK baru saja menerbitkan Peraturan Menteri KLHK No 1 Tahun 2021 tentang PROPER.

Salah satu poin perubahan yang terkandung dalam beleid baru tersebut adalah adanya kriteria penilaian Life Cycle Assesment (LCA).

“LCA dipakai sebagai dasar penilaian beberapa kriteria, antara lain proses produksi, efisiensi energi, penurunan emisi, serta pengelolaan limbah. Dengan metode penilaian ini diharapkan ada inovasi terbaru sebagai pendekatan pelaku usaha dalam melaksanakan kewajiban sosialnya,” katanya.

Sigit menambahkan, pemerintah sudah melakukan penyederhanaan aturan dari sekitar 58 regulasi yang ada sehingga bisa memudahkan perusahaan bisa menciptakan inovasi program pemberdayaan masyarakat dan lingkungan. “Bayangkan kalau perusahaan harus hafalkan itu. Kami sederhanakan pemahaman aturan jadi kriteria PROPER sehingga perusahaan mudah comply terhadap aturan lingkungan, “ ujarnya.

Sebelumnya, Vice President HSSE Performance and Post Event Management Pertamina Iwan Jatmika juga mengatakan, PROPER sejalan dengan Rencana Jangka Panjang (RJPP) Pertamina dalam strategi keberlanjutan.

“Pertamina berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara kinerja ekonomi, kelestarian alam, lingkungan dan masyarakat untuk mencapai pertumbuhan bisnis berkelanjutan,” ujar Iwan dalam webinar SUKSE2S (Solusi Kebersamaan E2S) bertema Understanding The Minister of Environment and Forestry Regulation No 1/2021 : Pursuing Gold PROPER in The Midst of COVID-19.

Sementara General Manager Unit Pelabuhan Tarahan Bukit Asam Dadar Wismoko menambahkan, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyebut partisipasi dalam penilaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan selama ini pendorong peningkatan kinerja dan pengawal komitmen perusahaan terhadap lingkungan. Menurut Wismoko, juga menaruh fokus pada masalah lingkungan dengan terus berusaha melakukan efisiensi energi.

“Selain itu ada total penghematan biaya PTBA kurang lebih Rp2,25 triliun dari inovasi aspek pemanfaatan sumber daya alam untuk kurun waktu 2013 – 2020,” katanya. (hen/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar