Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Regsosek Sasar 395 Ribu Keluarga di Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 di Gresik akan dimulai 15 Oktober hingga 14 November 2022. Pendataan tersebut menyasar pada 395.615 keluarga dari 356 desa/kelurahan sebagai target pendataan.

Untuk mengcover itu, Badan Pusat Statistik (BPS) sudah menyiapkan 2.031 petugas lapangan. Mereka terdiri dari 1.597 Petugas Pendataan Lapangan (PPL), 398 Petugas Pengawas Lapangan (PML). Kemudian ada 36 petugas Koordinator Sensus Kecamatan (Koseka), dan 11 petugas pengolahan.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menuturkan, regsosek adalah sistem pendataan kependudukan yang mencakup profil, kondisi sosial ekonomi dan tingkat kesejahteraan penduduk.

Data di dalam sistem ini akan terhubung dengan data induk kependudukan pada kementerian atau lembaga di tingkat pusat, hingga data pemerintah daerah tingkat desa/kelurahan.

“Regsosek merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan satu data program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Dengan data tunggal tersebut, pemerintah bisa membuat program secara terintegrasi, tidak tumpang tindih dan lebih efisien,” tuturnya, Selasa (20/09/2022).

Washil menambahkan, pemanfaatan data tunggal tersebut dapat digunakan dalam banyak hal, mulai dari peningkatan kualitas berbagai layanan pemerintah hingga penanganan bencana, wabah, hingga perubahan iklim secara cepat.

Sementara Kepala BPS Gresik Satriyo Wibowo mengatakan, tujuan regsosek sebagai persiapan pendataan lapangan yang terintegrasi.

“Regsosek merupakan kolaborasi dari beberapa kementerian/lembaga diantaranya Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,” katanya.

Kegiatan ini akan berlangsung hingga bulan Juli 2023 yang ditandai dengan penyerahan hasil data. (dny/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar