Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Reformasi Birokrasi, Gus Muhdlor Minta OPD Buka Ruang Kritik

Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) kembali mengingatkan jajarannya agar tidak berhenti memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Gus Muhdlor menekankan bahwa tujuan dari reformasi birokrasi adalah masyarakat bisa merasakan perubahan pelayanan pemerintah yang lebih baik. Perubahan yang diharapkan masyarakat ialah pelayanan yang efektif, cepat dan mudah.

Gus Muhdlor minta birokrasi harus membuka diri dan membuka ruang kritik dari publik. Kanal komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat tidak boleh dibatasi. Prinsip kebijakan dalam mewujudkan reformasi birokrasi hanya bisa dicapai jika kebijakan itu berasal dari suara bawah. Kebijakan buttom up atau berlandaskan kebutuhan masyarakat luas.

“Riset atau kajian merupakan tahapan yang harus dilalui setiap OPD dalam membuat perencanaan. Suara masyoritas publik tidak bisa diabaikan. OPD harus aktif dan cepat dalam merespon setiap perubahan di masyarakat,” kata Gus Muhdlor Selasa, (30/11/2021).

Data pengaduan yang masuk ke Dinas Komunikasi dan Informatika Sidoarjo yang selama ini memegang dan mengelola kanal aduan aplikasi Lapor.go.id, mayoritas masyarakat masih mengeluhkan permasalahan jalan rusak dan berlubang, pencemaran lingkungan, layanan administrasi kependudukan dan catatan sipil juga masih jadi kritikan masyarakat serta layanan air minum PDAM juga masih banyak menerima komplain.

Keluhan itu diterima tangan terbuka oleh Bupati Gus Muhdlor, salah satunya dengan membuat kebijakan strategis dengan memfokuskan APBD 2022 senilai Rp 5,4 triliun rupiah untuk pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan Infrastruktur serta untuk pemulihan ekonomi.

Dua kebijakan prioritas itu diambil Bupati Gus Muhdlor karena dilandaskan pada menguatkan permintaan publik/masyarakat Sidoarjo yang menginginkan perbaikan infrastruktur jalan dan pemulihan ekonomi. Tahun 2021 ini program betonisasi jalan sudah dimulai Muhdlor. Sebanyak 25 ruas jalan kabupaten dikebut pengerjaanya.

“Kita bekerja berdasarkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, banyak keluhan yang masuk agar pemerintah segera memperbaiki jalan-jalan yang rusak dan berlubang itu. Peningkatan infrastruktur jalan, masuk dalam prioritas kebijakan tahun 2022. Untuk perbaikan layanan pemerintah seperti pelayanan administrasi kependudukan, PDAM dan OPD lainnya saya minta harus kerja keras. Termasuk penanganan pencemaran lingkungan seperti penanganan sampah. Aplikasi layanan online yang selama ini dibuat harus juga didukung dengan layanan offline yang lebih baik, pelayanan pemerintah disemua lini bertahap perlu ditingkatkan,” tutur lulusan S1 Unair Surabaya itu.

“Yang diinginkan masyarakat bagaimana pelayanan itu bisa cepat, mudah dan tidak berbelit-belit serta transparan,” pungkasnya. [isa/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan