Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Refocusing Tertinggi APBD pada Pembangunan, DPRD Minta Pemkot Surabaya Cari Solusi

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati.

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Aning Rahmawati mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2021 Kota Surabaya mengalami refocusing sehingga mengalami penurunan dari semula 9,8 triliun rupiah menjadi 8,9 triliun rupiah. Total Anggaran yang mengalami refocusing senilai 929 miliar 552 juta 682 ribu 495 rupiah.

“Nilai refocusing terbesar pada infrastruktur pembangunan yang notabene dalam pengawasan Komisi C,” kata Aning, Selasa (28/9/2021).

Aning menambahkan bahwa nilai refocusing ini tentunya berdampak pada banyak hal, terutama pada penanggulangan banjir kota dan permukiman yang memang nilainya sangat besar.

“Penanggulangan banjir ini terefocusing terutama pada saluran air, jalan paving dan pengadaan pompa. Sehingga pemerintah kota perlu memberikan alternatif solusi agar anggaran penanggulangan banjir sekaligus pembangunan infrastruktur drainase kota dan pemukiman yang terefocusing bisa tersolusikan,” kata Aning.

Lebih lanjut Aning menjelaskan, solusi tersebut bisa dengan normalisasi, naturalisasi sekaligus perbaikan sementara, serta pemeliharaan.

Pada kesempatan yang sama, Aning menyampaikan bahwa di sisi yang lain ada penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meggembirakan dari pos yang selama ini belum menjadi alternatif retribusi untuk penambahan PAD.

“Penambahan itu dari sektor persampahan. Ini perlu diacungi jempol,” ujar Aning yang juga Anggota Badan Anggaran DPRD ini.

Meski demikian, Aning menjelaskan bahwa Perda Retribusi Persampahan juga perlu dievaluasi karena sudah lebih dari 3 tahun berjalan dan nilainya sangat kecil.

“Tentunya dengan perbaikan pengelolaan sampah yang jauh lebih baik. Diantaranya keberpihakan anggaran pada pengelolaan sampah pemukiman. Roadmap pengelolaan sampah menjadi salah satu kata kunci untuk perbaikan,” tandasnya.

Selain itu Aning juga memberikan beberapa catatan lain terkait Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021.

Pertama, semua pembangunan infrastruktur yang ter-refocusing pada Tahun 2021 harus betul betul dikaji dan dilakukan pengaturan untuk dikerjakan pada tahun 2022, atau ditiadakan berdasarkan kajian yang serius, agar pembangunan berkesinambungan tidak terputus dan sesuai skala prioritas hasil kajian.

“Mengingat anggaran untuk pembangunan sangat besar. Sebagai contoh Tunnel Dinas Perhubungan di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) perlu dikaji untuk kebutuhan masyarakat menjadi prioritas ataukah tidak. Serta hasil evaluasi terhadap pembangunan TIJ itu sendiri bagaimana,” papar Aning.

Kedua, pekerjaan pemeliharaan yang dikerjakan satgas harus tetap berjalan dengan baik dan betul-betul dioptimalkan untuk mengatasi berbagai kerusakan. Baik jalan, jembatan, maupun saluran.

“Mengingat anggaran pemeliharaan ini tidak dikurangi atau sedikit sekali pengurangannya, maka Pemerintah Kota harus mempunyai rencana kerja yang terukur dan prioritas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga resiko genangan karena pembangunan infrastruktur yang tertunda bisa diminimalisir,” terang Aning.

Ketiga, optimalisasi kinerja Rumah Pompa. Baik kinerja satgas maupun kinerja pompa untuk mengatasi banjir dan drainase. Untuk saat ini banyak keluhan dari warga terkait dengan rumah pompa.

“Wilayah yang sudah terpasang rumah pompa namun masih banjir, hal ini bisa jadi kapasitasnya perlu di up-grade atau petugasnya yang perlu dievaluasi dalam proses penjagaan atau operasionalnya,” pungkas Sekretaris Fraksi PKS ini. [asg/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar