Politik Pemerintahan

Rebutan Posisi Cawawali dari PDIP, Bambang Pacul: Kalau Begini Keren

Jakarta (beritajatim.com) – Jelang Pilkada Surabaya 2020 mendatang, fenomena unik terjadi di PDIP. Banyak calon justru saling berebut untuk posisi sebagai Calon Wakil Walikota. Sebagian besar berasal dari non kader PDIP. Mereka diantaranya, Lia Istifahma, Dwi Astutik, Fandi Utomo, Gunawan, Warsito, Haries Purwoko dan Joe Angga. Para pendaftar ini saling berkompetisi memperebutkan calon L-2.

Sementara, kans untuk posisi Calon Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana masih menempati posisi teratas sebagai kader partai. Fenomena tersebut direspon oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Bambang Wuryanto.

Menurut Politisi PDIP yang akrab disapa Bambang Pacul, hal itu sah dan wajar.”Keinginan seseorang tidak bisa dipenjara. Apalagi keinginan disertai usaha itu hal yang wajar. Tapi Wakil kan cuma satu bukan sepuluh,” terang dia.

Ditemui di agenda Rapat Kerja Nasional I PDIP di Jakarta Internasional Expo (Jiex) Kemayoran, Sabtu (11/1/2019), Bambang Pacul menyatakan fenomena tersebut memang menjadi tren baru. “Saya tidak usah nyombong. Kan bisa dilihat ketika dibuka pendaftaran. Banyak yang mendaftar di DPD (PDIP Jatim),” terang dia.

Apakah kader eksternal harus ber-KTA PDIP? “Kalau sudah punya keinginan dan berusaha maka wajib untuk memenangkan partai juga,” jawab Bambang diplomatis.

Anggota Komisi VI DPR RI ini mengakui fenomena tren tersebut.”Saya tidak tahu kenapa. Tapi yang jelas mendaftar di PDIP, kalau begini kan keren. Kata anak muda sekarang,” terang Bambang seraya tersenyum.

Terpisah, Whisnu Sakti Buana sebagai Bakal Calon Walikota Surabaya yang sudah mendaftar tidak ingin berandai-andai. “Yang pasti kita kan hanya berbuat yang terbaik. Semua apa kata DPP dan Ibu Ketua Umum nanti yang memutuskan,” terang Suksesor Tri Rismaharini dalam Pilwali Surabaya 2020 mendatang ini. [ifw/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar