Politik Pemerintahan

Realisasi Penerimaan PBB di Ponorogo Capai Rp 35 M

Plt Kepala BPPKAD Ponorogo Agus Sugiharto (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Hingga bulan Oktober ini, penerimaan pajak daerah Kabupaten Ponorogo yang paling tinggi adalah pajak bumi dan bangunan (PBB). Realisasinya sudah mencapai Rp 35,3 miliar atau 98,21 dari target yang ditetapkan dari sektor tersebut yakni sebesar Rp 36 miliar.

“Dari data tahun ke tahun, memang PBB ini menyumbang pajak tertinggi, hingga 40 persen,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Agus Sugiharto, Rabu (14/10/2020).

Selain PBB, ada empat pos pajak lainnya yang menyumbang terbesar ke kas daerah. Yakni, pajak penerangan jalan, pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), pajak restoran, dan pajak reklame. Selain itu, ada juga pos pajak lain yang realisasinya belum maksimal. Misalnya di pajak air tanah dan pajak parkir. Kedua pos pajak baru menyumbang Rp 118 juta (pajak air tanah) dan Rp 137 juta (pajak parkir).

“Kedua pos pajak tersebut belum mencapai target yang ditetapkan. Kurang maksimalnya realisasi di pos pajak itu karena dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang saat ini melanda,” ungkap Agus.

Dia mencontohkan pajak parkir. Realisasinya berkurang karena masyarakat selama awal pandemi Covid-19 diimbau untuk tidak banyak keluar rumah. Data dari BPPKAD hingga sekarang ini, capaian total pajak daerah mencapai Rp 72,4 miliar. Jika diprosentasekan 91,98 persen dari target yakni sebesar Rp 78,7 miliar.

Agus menambahkan jika target penerimaan pajak sudah disesuaikan melalui perubahan anggaran pendapatan belanja dan daerah (P-APBD) 2020 ini. Oleh sebab itu, Dia optimis hingga akhir bulan Desember nanti, pihaknya bisa menggenjot serapan pajak daerah. “Insyaallah target bisa tercapai. Target sekarang juga telah melalui relaksasi akibat pandemi Covid-19,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar