Politik Pemerintahan

Razia PSBB, 82 Warga Surabaya Terjaring dan Ditahan

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mendatangi Mapolrestabes Surabaya pada Minggu (3/5/2020) dini hari.

Gubernur didampingi Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono dan Kepala BPBD Jatim Suban Wahyudiono. Rombongan Gubernur dan Kapolda Jatim ingin melihat secara langsung hasil operasi penertiban tim gabungan untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah masuk masa penindakan di sejumlah titik di Surabaya. Di antaranya dijaring dari warung-warung kopi di Terminal Manukan, Benowo dan Lakarsantri Surabaya.

Operasi penertiban PSBB berhasil mengamankan warga yang masih bandel nongkrong dan berkerumun saat diberlakukannya jam malam PSBB. Ada 82 orang yang terjaring razia. Mereka langsung diangkut ke Mapolrestabes Surabaya.

“Hari ini sudah memasuki hari kedua untuk masa penindakan PSBB. Pada tanggal 28 sampai 30 April, tiga hari awal PSBB masih berupa teguran dan imbauan. Tapi sejak 1 Mei sudah masa teguran dan tindakan. Saya minta warga Surabaya disiplin dan patuh agar PSBB ini berjalan efektif. Bila efektif, PSBB tidak akan diperpanjang. Insya Allah Covid-19 terus turun, dan masyarakat bisa melakukan kegiatan ekonomi seperti dahulu,” tegasnya kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya.

Khofifah menyebut Surabaya sebagai wilayah yang sangat merah karena jumlah pasien Covid-19 sudah mencapai 495 orang atau 47 persen lebih dari total kasus di Jatim yang mencapai 1037 kasus positif. Khofifah ingin angka tersebut tidak bertambah lagi.

“Surabaya untuk ukuran kota itu sangat tinggi. Bandingkan, Surabaya saja sudah dua kali lipat dari Bandung. Saya mohon adik-adik semua, sabar dulu, jaga diri sendiri, keluarga, masyarakat dan lingkungan sekitar agar tidak banyak yang tertular Covid-19 ini,” imbau Khofifah.

“Nunggu apalagi kalau nggak hari ini kita diam di rumah. Yang kerja silakan, tapi pakai masker dan jaga jarak. Malam di rumah saja, ayo taat PSBB, saya meminta adik-adik semua untuk patuh dan taat,” imbuhnya.

Sementara dalam razia gabungan di tiga wilayah PSBB, terdapat 82 orang yang terkena razia di Surabaya. Kemudian, di Gresik ada 65 orang dan Sidoarjo 24 orang.

Pantauan beritajatim.com, ada 82 warga Surabaya yang dijaring dan diangkut menggunakan empat truk ke Mapolrestabes Surabaya pada Minggu (3/5/2020) dini hari. Mereka digiring ke Gedung Graha Bhara Daksa Polrestabes Surabaya untuk menjalani rapid test.

Mereka juga ditahan di Mapolrestabes Surabaya selama 1×24 jam untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka terancam hukuman penjara 1 tahun karena melanggar Perwali Surabaya Nomor 16 Tahun 2020 tentang PSBB.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menegaskan, bahwa warga yang melanggar PSBB akan dirapid test. Bila positif, akan langsung dirujuk ke RSJ Menur untuk menjalani tes swab.

“Kalau yang negatif kita teruskan pemeriksaan. Jadi, mereka belum boleh pulang dulu sebelum 1×24 jam. Sudah disiapkan makan sahur di sini oleh Pemprov Jatim, jangan khawatir,” kata Luki.

Luki menjelaskan pelanggar PSBB bisa dijerat hukuman penjara maksimal 1 tahun, karena telah melanggar Perwali Surabaya tentang PSBB serta pasal 216 KUHP.

“Diperiksa dulu 1×24 jam, kita punya yurisprudensi ada wilayah tertentu bisa dikenakan pasal 216 KUHP. Itu kena tiga bulan penjara sidangnya online, seperti di Jabar. Kita tunjukkan ke masyarakat Jatim, untuk semuanya agar paham bahwa angka Covid-19 sudah tinggi,” tuturnya. [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar