Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Ratusan Ponpes di Gresik Siap Tertib Perizinan

Gresik (beritajatim.com) – Ratusan pengasuh pondok pesantren (ponpes) yang berada di wilayah Kabupaten Gresik mengikuti sosialisasi perizinan. Kegiatan ini digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemkab, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik.

Ada 170 pengasuh ponpes yang hadir dalam sosialisasi itu. Termasuk ponpes dari Pulau Bawean yang mengikuti secara daring.

“Kami melihat ada sesuatu yang kita sinergikan terkait perijinan dan kelengkapan legalitas Ponpes. Yang pasti, sosialisasi hari ini merupakan tahap awal, dimana selanjutnya akan terus kita lakukan koordinasi sehingga nanti di Bulan Oktober 2022 bisa rampung bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Rabu (28/06/2022).

Lebih lanjut dia menambahkan, program ini diharapkan bisa membereskan permasalahan terkait legalitas tanah, dan terkait kualitas bangunan.

“Permasalahan perizinan tersebut, bisa membawa dampak yang positif terhadap perkembangan ponpes agar bisa lebih baik lagi dari yang sudah ada saat ini,” imbuhnya.

Sementara Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Gresik Asep Heri menyatakan pihaknya mendukung penuh terhadap program perizinan ponpes ini.

“Kami mendukung total dan membantu demi kesuksesan pengurusan sertifikat tanah khususnya ponpes yang umumnya berupa tanah wakaf. Kita sudah menyiapkan 120 petugas ukur dan 60 unit peralatan canggih untuk mendukung program ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik, Reza Pahlevi menuturkan, pihaknya siap memandu pengasuh ponpes terkait proses perizinan dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) pada ponpes masing-masing.

“Tujuan dipandu ini setelah dari kegiatan pulang sudah bisa membawa NIB,” pungkasnya. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar