Politik Pemerintahan

Ratusan Perangkat Desa di Kabupaten Mojokerto Berpeluang Terima BSU Rp 600 Ribu

Kepala Disnakertrans Kabupaten Mojokerto, Nugroho Budi Sulistyo. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 773 perangkat desa di Kabupaten Mojokerto berpeluang menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Ini lantaran mereka tercatat aktif sebagai kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJamsostek.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mojokerto, Nugroho Budi Sulistyo mengatakan, pekerja yang telah memenuhi syarat sesuai ketentuan Permenaker tentang BSU seperti punya NIK, gaji dibawah Rp5 juta dan aktif kepesertaan BPJamsostek minimal Juni 2020 dan lainnya maka yang bersangkutan tercatat sebagai calon penerima BSU.

“Data pekerja yang memenuhi syarat sesuai Permenaker terkait BSU apapun jenis usaha dan pekerjaannya mereka adalah bekerja itulah yang kami usulkan sebagai calon penerima BSU. Mereka akan menerima BSU senilai Rp600 ribu selama empat bulan atau sekitar Rp2,4 juta,” ungkapnya, Rabu (2/9/2020).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mojokerto, Mukhammad Hidayat menambahkan, perangkat desa yang tercatat telah memiliki BPJamsostek ada 85 desa dari 299 desa dan lima kelurahan yang ada di Kabupaten Mojokerto. “Perangkat desa aktif kepesertaan BPJamsostek yaitu berjumlah 773 orang dari 85 desa,” katanya.

Kepesertaan BPJamsostek bagi perangkat desa dalam penyelenggaraan sifatnya tidak wajib lantaran menyesuaikan kemampuan desa setempat. Pasalnya, tidak semua desa mampu membiayai iuran BPJamsostek untuk perangkat desanya.

Baca Juga:

    “Biasanya, biaya BPJamsostek bagi perangkat desa ditanggung dari dana Anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). Tidak wajib (BPJamsostek, Red) karena itu pilihan untuk perangkat desa yang menyesuaikan dengan kemampuan desa,” ujarnya.

    Perangkat desa di Kabupaten Mojokerto yang tercatat sebagai kepesertaan BPJamsostek paling banyak yaitu di Desa Centong, Kecamatan Gondang sebanyak 17 orang yang tercatat aktif BPJamsostek pada Maret 2020. Desa Bening, Kecamatan Gondang aktif April 2019.

    Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo masing-masing 16 perangkat desa kepesertaan BPJamsostek aktif November 2019. Desa Karanglo, Kecamatan Pungging aktif Februari 2018 dan Desa Purwojati, Kecamatan Ngoro aktif Maret 2019 yang masing-masing sebanyak 14 perangkat desa kepesertaan BPJamsostek.

    Sedangkan, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas ada sembilan perangkat desa terdaftar kepesertaan BPJamsostek pada Januari 2018.

    Kepala Desa (Kades) Ketapanrame, Zainul Arifin membenarkan bahwa ada 9 perangkat desa di Desa Ketapanrame yang tercatat sebagai kepesertaan BPJamsostek. “Iuran BPJamsostek memakai dana Anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). Per orang Rp22.570. Total 9 orang Rp203.130 tiap bulan. APBDes 2020 sebesar Rp1.847.974.000,” jelasnya. [tin/ted]





    Apa Reaksi Anda?

    Komentar