Politik Pemerintahan

Rapid Test 1.792 Warga, 112 Warga Reaktif, Pemkab Mojokerto Tunggu Hasil Swab

Rapid test on the spot di Pasar Legi Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Rapid test on the spot yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto bersama Tim Hunter Dinkes Provinsi Jawa Timur diikuti 1.792 warga di lima pasar dan dua desa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 112 warga reaktif, dua diantaranya merupakan warga Kabupaten Jombang dan Pasuruan.

Rapid test on the spot pertama digelar Bunderan Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (14/6/2020) diikuti 400 orang. Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan reaktif yakni satu warga Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, satu orang warga Kabupaten Jombang dan satu orang Kabupaten Pasuruan.

Rapid test on the spot juga digelar di dua desa yakni Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar dan Desa Sumolawang, Kecamatan Puri. Hasil rapid test ada 10 warga Desa Wunut yang reaktif dari 164 peserta, sementara di Desa Sumolawang dari 104 peserta rapid test, hasilnya sembilan warga reaktif.

Di Pasar Legi dan Pasar Raya Kecamatan Mojosari ada 281 peserta rapid test, dua warga di Pasar Legi reaktif. Di Pasar Sawahan Desa Sumber Tebu, Kecamatan Bangsal ada 78 warga reaktif dari 373 peserta rapid test. Sementara di Pasar Dlanggu Kecamatan Dlanggu dan Pasar Pandan Kecamatan Pacet dari 470 warga ada 13 warga reaktif.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto mengatakan, ada lima pasar dan dua desa yang dilakukan rapid test dengan jumlah warga yang ikut rapid test sebanyak 1.792 warga, sebanyak 112 warga diantaranya dengan hasil reaktif. “Dua warga luar Mojokerto,” ungkapnya, Kamis (18/6/2020).

Masih kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto ini, yang dilakukan rapid test adalah pedagang dan pembeli serta warga di dua desa. Hasil tertinggi ada di Pasar Sawahan dengan jumlah pedagang dan pembeli di rapid test sebanyak 373 peserta, sebanyak 78 peserta reaktif.

“Kenapa di dua desa itu di rapid test? Karena tingkat terkonfirmasi tinggi, sedang pasar sebagai pusat keramaian dan potensi bertemunya orang. Tindak lanjut hasil reaktif yakni dengan dilakukan uji swab. Tentunya menunggu hasil swab, untuk pertimbangan bagaimana kedepannya terutama di Pasar Sawahan,” katanya.

Ardi berharap, mudah-mudahan reaktif tersebut bukan terpapar Covid-19. Sehingga untuk menutup pasar tentunya tidak segegabah itu karena Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kabupaten Mojokerto masih menunggu hasil swab. Karena rapid test hanya mendeteksi virus tapi tidak diketahui virus apa sehingga pihaknya menunggu hasil swab.

“Kita tunggu hasil swab, seminggu lagi hasil baru turun. Setelah itu, kita baru akan melakukan kajian dengan Tim Gugus Tugas. Sehingga pasar tetap beroperasi, tidak ada penutupan karena menutup pasar dampaknya luar biasa. Ada aspek sosial, ekonomi, kesehatan. Untuk new normal, kurva landai, turun, banyak sembuh dan memenuhi syarat baru bisa untuk new normal,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar