Politik Pemerintahan

Rapat Perdana, Pjs Bupati Mojokerto Bahas 3 Poin Utama

Rapat staf perdana Pjs Bupati Mojokerto, Himawan Ratu Bagijo di ruang SBK Pemkab Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Mojokerto, Himawan Estu Bagijo memimpin rapat staf perdana bersama seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Mojokerto. Dalam rapat uang digelar di ruang Satya Bina Karya (SBK) Pemkab Mojokerto ini, ada tiga poin utama pembahasan.

Yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, penanganan Covid-19 serta penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Dengan tegas, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur ini juga berkomitmen pada netralitas dari keberpihakan pandangan politik.

“Kita harus menjunjung tinggi netralitas. Hindari keberpihakan pada pandangan politik tertentu. Apalagi kita sedang dalam masa pilkada. Pemerintahan harus steril politik. Mari kita bersinergi untuk menjaga kondisi agar tetap kondusif selama pilkada,” ungkapnya, Senin (28/9/2020).

Pada pembahasan APBD, Pjs Bupati berpesan untuk bisa segera meningkatkan penyerapan anggaran yang ada. Sesuai laporan Kepala BPKAD, Mieke Juli Astuti, penyerapan hingga saat ini terhitung mencapai 52 persen. Pesan untuk meningkatkan penyerapan anggaran betul-betul ditekankan oleh Pjs Bupati.

Terlebih setelah mengetahui bahwa berdasarkan audit oleh BPK tahun lalu, APBD yang terserap hanya berkisar 88 persen. Angka tersebut dinilai masih kecil dan perlu ditingkatkan. Hal itu kemudian ditindaklanjuti dengan melanjutkan rapat internal dan koordinasi dengan Sekretaris Daerah, guna membahas anggaran tahun 2021.

Termasuk rapat bersama Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Mojokerto. Terkait penanggulangan Covid-19, Pjs Bupati Mojokerto mengingatkan bahwa keberadaan Orang Tanpa Gejala (OTG), menjadi tren belakangan ini.

Terlebih dengan keadaan Kabupaten Mojokerto yang masih berstatus merah (risiko tinggi), kewaspadaan pun semakin perlu untuk ditingkatkan. Setiap kantor harus dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang memadai untuk menekan kemunculan cluster kantor.

Pjs Bupati menginstruksikan agar penanganan Covid-19 dilakukan dengan cepat dengan memperhatikan semua SOP maupun ketentuan hukum yang telah diputuskan. “Kita harus siap dengan tugas penanganan Covid-19, dengan prosedur yang ada,” katanya.

Kegiatan operasi yustisi pengetatan protokol kesehatan pun harus digencarkan sebagai pendukungnya. Pjs Bupati berharap para penyintas Covid-19 yang sudah sembuh, bisa ikut mendorong angka kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Mojokerto.

“Para penyintas Covid-19 kita up untuk memberikan motivasi semangat kesembuhan dan hidup sehat bagi yang lain. Kita ajak untuk ikut mendorong angka kesembuhan,” tegasnya.

Update kasus Covid-19 per tanggal 28 September 2020 tercatat, ada 846 kasus terkonfirmasi. Sebanyak 108 pasie n dalam perawatan, sebanyak 709 pasien dinyatakan sembuh dan sebanyak 29 orang meninggal dunia.

Untuk menekan kluster paling rawan saat ini yakni perkantoran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto akan menambah lagi ribuan rapid test. Setelah dilakukan rapid test hasil yang keluar reaktif, akan langsung dilakukan swab.

Beberapa kecamatan di Kabupaten Mojokerto yang menjadi zona merah (risiko tinggi) Covid-19 saat ini antara lain Kecamatan Jetis, Sooko, Puri, Bangsal, Mojosari dan Mojoanyar.

Puskesmas Gondang yang dikhususkan merawat OTG, juga menjadi harapan besar untuk menurunkan kasus. Hasil perawatan terpantau cukup memuaskan, yakni sekitar 6-7 hari dinyatakan sembuh. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Pizza Meat Lover Menu Berbuka Favorit Anak

Resep Rawon Iga Lunak Cocok untuk Berbuka

Pameran Lukisan Anak Berkebutuhan Khusus

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk