Politik Pemerintahan

Rapat Internal Hak Interplasi DPRD Pamekasan Berlangsung Alot

Pamekasan (beritajatim.com) – Rapat internal Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, dalam rangka membahas hak interplasi mengenai kebijakan penggunaan dana Covid-19 dan realisasi program mobil sehat pemkab setempat, berlangsung alot dan sengit.

Rapat internal interplasi tersebut digelar secara tertutup di Ruang Sidang Gedung DPRD Pamekasan, Jl Kabupaten 107 Pamekasan, Senin (15/6/2020). Di mana para wakil rakyat membahas mengenai kebijakan pemkab setempat, khususnya seputar dua persoalan dana Covid-19 dan Program Mobil Sehat.

Pantauan di lapangan, rapat internal berlangsung alot dan sengit, sebab terdapat perbedaan pendapat antar sesama legislator yang notabene berasal dari berbagai fraksi maupun partai politik (parpol) berbeda. Bahkan rapat yang berlangsung sejak pukul 11:00 WIB juga harus di skors hingga dua kali.

Sementara dari total sebanyak tujuh fraksi berbeda di DPRD Pamekasan, mayoritas mendukung penerapan hak interlpasi. Namun tercatat hanya tigaa fraksi yang mengeluarkan statment menolak serta tidak memberikan pernyataan abstain.

Dua fraksi yang menyatakan menolak adanya hak interplasi, yakni Fraksi Demokrat dan Fraksi Kebangkitan Bangsa. Sementara fraksi yang menyatakan abstain yaitu Fraksi PPP, sekalipun mempersilahkan anggota mereka untuk menggunakan hak secara perorangan.

Hingga berita ini ditulis, rapat internal kembali berlangsung pasca dua kali skors. Bahkan para anggota dewan juga enggan memberikan komentar seputar suasana rapet yang berlangsung alot. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar