Politik Pemerintahan

Ranwal RPJMD Gresik Banyak Revisi

Gresik (beritajatim.com)- Rancangan awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 Kabupaten Gresik banyak revisi. Pasalnya, rancangan pembangunan lima tahun ke depan dalam 281 halaman itu kurang banyak terobosan. Apalagi target APBD di 2026 nanti hanya Rp 3,8 triliun.

Seperti diketahui, tahun 2021 ini kekuatan APBD Gresik berada di angka Rp 3,2 triliun. Namun, setelah finalisasi oleh Badan Anggaran dan Tim Anggaran, APBD Gresik 2021 diproyeksikan bisa mencapai Rp 3,418 triliun.

Semula ranwal RPJMD itu jika dihitung per tahun hanya ada kenaikan sekitar Rp 100 miliar saja. Tapi, jika dihitung per-bulannya kenaikan hanya sekitar Rp 10 miliar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Gresik Hermanto T. Sianturi mengakui apabila Ranwal RPJMD itu banyak revisi. Sebab, isi dalam rencana pembangunan ke depan kurang adanya terobosan atau memanfaatkan yang sudah berjalan.

“Memang program yang ada di dalamnya hanya estimasi seperti biasanya. Atau gampangnya, program yang sudah berjalan dilanjutkan. Belum ada terobosan atau main aman saja,” ujarnya, Senin (2/05/2021).

Hermanto menambahkan, aapabila dalam Ranwal RPJMD itu konsep program masing-masing OPD juga belum gamblang. Adanya hanya secara garis besar. Penyebabnya, data yang digunakan belum realistis karena memakai data 2019.

“Tema RPJMD itu Percepatan Pemulihan Ekonomi. Tema itu kalau dijabarkan kurang detail. Kurang ada program-programnya. Dari situ, dewan usul tema menekan laju kemiskinan dan pengangguran. Tema itu lebih realistis karena langsung mengusung konsep isu strategis,” imbuhnya.

Melihat Ranwal RPJMD lima tahun ke depan kata dia, dengan target APBD yang begitu kecil dikuatirkan akan menurunkan kinerja birokrasi. Selain itu, tidak ada upaya untuk mengejar target yang besar.

“APBD bergantung pada pendapatan, dengan APBD yang kecil otomatis pendapatan dari tahun ke tahun kenaikannya juga kecil. Padahal, dari tahun ke tahun Gresik semakin bergeliat untuk berbagai sektor pendapatan asli daerah (PAD),” tandas Hermanto T.Sianturi. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar