Politik Pemerintahan

Rame-rame Berantas Hama Wereng di Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Hama wereng batang coklat (WBC) menyerang tanaman padi petani. Untuk mengantisipasi ledakan serangan hama wereng tersebut maka petani harus menyemprot tanaman padi dengan obat insektisida.

Hadir ditengah petani yang sedang dirundung pilu, bersama Kelompok Tani (Poktan) Sidodadi, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sobontoro, Koramil 0813-03/Balen, Bojonegoro, Pelda Imam Su’udi, melaksanakan pemberantasan hama wereng tersebut.

Pemberantasan hama wereng tersebut dilakukan dengan penyemprotan menggunakan insektisida bufrosida, aploud dan sulticap diatas lahan pertanian seluas kurang lebih delapan hektar, Selasa (10/3/2020).

Pelda Imam Su’udi mengatakan bahwa pendampingan terhadap petani di wilayah binaannya tersebut sebagai wujud kepedulian TNI dalam rangka mendukung pemerintah untuk mensukseskan program ketahanan pangan. “Diharapkan, petani mendapatkan hasil panen sesuai dengan target dan memuaskan. Serta menjadikan Kabupaten Bojonegoro sebagai lumbung beras,” ujarnya.

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Utami menyampaikan bahwa pengendalian atau penyemprotan insektisida khususnya hama wereng batang coklat harus dilakukan secara serentak.

Penyemprotan insektisida ini, lanjut Utami, sekaligus juga memberikan kesuburan terhadap batang padi, dan mematikan rumput yang akan tumbuh di sekitar tanaman padi. Sehingga, hasil yang diperoleh lebih optimal.

“Dalam satu rumpun padi, ada 5 ekor WBC. Dan itu harus cepat dikendalikan agar tidak terjadi ledakan hama wereng batang coklat dikemudian hari,” ucapnya.

Sementara Kepala Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, Mursim menuturkan bahwa insektisida untuk pembasmian hama wereng batang coklat merupakan bantuan dari pemerintah, bekerjasama dengan TNI Kodim 0813 Bojonegoro.

Kedepan diharapkan bisa dilaksanakan secara merata dengan poktan yang lain khususnya dilahan pertanian Desa Sobontoro. “Hadirnya Babinsa dan petugas PPL dalam mendampingi petani, memberikan memotivasi tersendiri bagi para petani dalam hal pertanian. Sehingga, hasil panen para petani yang diharapkan akan lebih maksimal,” pungkasnya. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar