Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Ramai PMK, Disnakkan Ngawi Bakal Batasi Mobilitas Ternak

Aktivitas pasar hewan di wilayah Kabupaten Ngawi.

Ngawi (beritajatim.com) – Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak ditemukan di wilayah Madiun Raya. Salah satunya Magetan yang lokasinya berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngawi. Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi bakal membatasi lalu lintas ternak.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi Bonadi menyebut pihaknya bakal memberlakukan aturan dan memperketat lalu lintas hewan ternak terutama sapi yang masuk. Total ada 85.000 ekor sapi dan 86.000 ekor kambing di wilayah Ngawi dan penyebaran yang cepat bisa membahayakan ternak.

“Tapi, kami meminta masyarakat agar tidak panik. Terutama bagi peternak, segera lapor kalau ada hewan ternak yang mengalami sakit. Jangan menunggu sampai kondisi memburuk,” kata Bonadi, Minggu (15/5/2022).

Untuk pembatasan pihaknya sudah berkoordinasi dengan lintas sektor seperti pihak Polres Ngawi, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan Perindustrian da Tenaga Kerja, serta BPBD Ngawi huna memantau lalu lintas ternak dari luar Ngawi.

“Kami harap dengan pembatasan ini bisa meminimalisir penularan. Kami akan segera siapkan edaran terkait pembatasan ini,” katanya.

Penyakit PMK memiliki masa inkubasi selama 1-14 hari. Gejalanya demam mencapai 39 derajat celcius, tidak memiliki nafsu makan, luka lepuh dan vesikel pada kaki dan gejala klinis lain.

“Upaya antisipasi yang bisa dilakukan peternak yakni melakukan penyemprotan desinfektan, dan kami minta kebersihan kandang tetap dijaga. Karena saat ini belum ada yang dinyatakan positif PMK, pencegahan bisa segera dilakukan sejak dini,” katanya. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar