Politik Pemerintahan

Rahayu Kusdarini Purna Tugas, Ini PR Kadinkes Baru Ponorogo

drg. Rahayu Kusdarini. (Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Rahayu Kusdarini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo sudah purna tugas sejak 31 Mei 2021 lalu. Banyak kenangan suka dan duka selama mengabdi 32 tahun di bidang kesehatan sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Perjalanan karir dokter gigi ini dimulai dari Puskesmas Slahung, kemudian menjadi kepala di Puskesmas Nailan dan Puskesmas Kauman. Dan yang terakhir diamanahi menjadi nahkoda di Dinkes Ponorogo sebagai kadin selama 5,5 tahun.

“Banyak hal dilalui selama menjadi ASN di bidang kesehatan, baik suka maupun duka,” kata drg. Rahayu Kusdarini, Rabu (2/6/2021).

Irin sapaan akrab Rahayu Kusdarini mengungkapkan kenangan sukanya saat bisa memperjuangkan kesehatan masyarakat. Perjuangan kesehatan masyarakat ini, dijelaskan oleh Irin dimulai dari dalam kandungan, hingga sampai seseorang itu menjelang ajalnya. Artinya kehidupan manusia itu, tidak lepas dari pendampingan orang-orang kesehatan.

“Ketika berhasil program dan bisa menambah program inovasi dan banyak masyarakat yang terbantu, ya itu menjadi kebahagiaan bagi insan kesehatan,” katanya.

Irin mengaku di detik-detik terakhirnya mengabdi di dinas kesehatan, dirinya masih melakukan inovasi, yakni beberapa hari lalu yang dilaunching oleh bupati, aplikasi japri dokter. Selain itu, pada bulan Mei lalu, dirinya mendorong terciptanya Ponorogo zero pasung.

“Dukanya ya, saat kita sudah melakukan menurutnya yang terbaik, tetapi masih menerima hujatan dari semua orang,” katanya.

Momen duka itu, lanjut Irin saat terjadi kondisi luar biasa (KLB) demam berdarah yang melanda Ponorogo beberapa tahun yang lalu. Saat status KLB itu, Dinkes menjadi tempat hujatan dari mana-mana. Namun, hujatan yang ada itu tidak membuat pihaknya frustasi atau patah semangat. Justru menjadi pemicu untuk tetap berkarya demi kesehatan.

Baru reda hujatan setelah KLB DB, dinas yang berkantor di gedung terpadu di jalan Basuki Rahmat Kelurahan Tonatan ini, juga menerima serangan hujatan lagi saat pandemi Covid-19 ini. Irin berusaha memahami psikologi masyarakat sekarang ini, sebab dirinya mengerti jika pandemi ini belum berakhir, dan tidak tahu kapan akan berakhirnya. Menurutnya, masyarakat mulai lelah dan jenuh. Kondisi seperti itulah yang membuat pihaknya mendapatkan banyak sekali hujatan dari masyarakat.

“Disamping menahkodai Dinkes, saya juga punya tanggungjawab pribadi untuk menyemangati teman-teman nakes untuk tidak kendor. Dan tidak terpengaruh dari hujatan mereka,”

“Itu hak mereka, masyarakat punya hak berbicara, kita juga punya hak untuk menjelaskan. Hasilnya ya kita pasrahkan yang di Atas,” katanya.

Irin menyebut pekerjaan rumah (PR) menanti Kadinkes Ponorogo yang baru. Tentunya pencegahan Covid-19 di bumi reyog. Di Ponorogo ini, kasusnya belum reda. Siapapun nanti Kadinkes-nya harus terus berupaya penanganan. Sebab, dilihat dari grafiknya stagnan, malah ada resiko untuk naik.

“Kadinkes yang baru nanti ya langsung menghadapi penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya pelaksanaan vaksinasi di Ponorogo. Berdasarkan instruksi menteri kesehatan baru-baru ini, bulan Juni ini daerah harus segera menyelesaikan vaksinasi lanjut usia dan petugas pelayanan publik. Untuk pelayanan publik, Irin memperkirakan seminggu lagi sudah selesai. Tetapi untuk lansia, akan menjadi PR sebenarnya untuk Kadinkes baru. Sebab ada ratusan ribu lansia di Ponorogo, dan ditarget harus selesai dalam sebulan ini. Sementara untuk pengadaan vaksin, menurut Irin tidak terlalu bermasalah.

“Untuk vaksin keberadaannya sudah lancar, apabila habis segera koordinasi dengan provinsi, maka akan segera dikirim. Ke depan, Kadinkes yang baru harus bisa berlari sekencang-kencangnya, agar program yang sudah dicanangkan bisa diselesaikan,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar