Politik Pemerintahan

Qosim-Alif Sapa Warga Pulau Bawean

Gresik (beritajatim.com) – Pasangan Cabup M.Qosim-Cawabup Asluchul Alif (QA) selama tiga hari menggelar kampanye di Pulau Bawean. Bersama 19 orang tim pemenangan akan mengagendakan kegiatan konsolidasi, sapa warga serta menghadiri sejumlah undangan masyarakat Pulau Bawean.

Di Pelabuhan Sangkapura, rombongan disambut oleh Tim Pemenangan QA Bawean seperti dari PKB Bawean, Partai Gerindra, Projo Bawean, serta relawan lain.

Ketua Tim Pemenangan QA,Imron Rosyadi menuturkan, pihaknya sudah menjadwalkan kegiatan di Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak. Acara kampanye dikemas seperti halnya di kecamatan lain tanpa melibatkan banyak kerumunan untuk konsolidasi.

“Kami juga menyapa warga, petani, nelayan, UMKM, anak anak milenial, untuk mengenalkan lebih detail visi misi dan program kerja QA,” katanya, Kamis (26/11/2020).

Terkait informasi yang beredar bahwa kapal ke Bawean dibooking total oleh rombongan QA, Imron menegaskan hal itu tidak benar. Sebab, rombongan QA yang berangkat hanya 19 orang, sementara kapasitas KM Ekspres Bahari 300 seat.

“Kami menyayangkan ada pihak yang menghembuskan kabar hoaks. Kami berangkat bersama penumpang umum lainnya,” ungkap Imron.

Hal semada disampaikan oleh Manajemen PT Inti Sakti Makmur selaku induk perusahaan Kapal Mesin Penumpang (KMP) Express Bahari memastikan, bahwa kapal cepat yang berangkat dari Pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean pada hari ini didominasi oleh penumpang masyarakat umum, Kamis (26/11/2020). Dan, informasi terkait kapal yang telah dibooking Pemerintah sehingga mengabaikan penumpang lain pun tidak benar.

Kepala Cabang Gresik PT Inti Sakti Makmur KMP Express Bahari, Revan Syah Putra menjelaskan, penumpang umum sekitar 190-an lebih dari jumlah total kapasitas 234 penumpang pada hari ini, Kamis tanggal 26 November 2020. “Dan informasi kapal yang dibooking Pemerintah tidak benar,” kata Revan.

Para penumpang yang berlayar pun tetap membawa surat keterangan (suket) sehat. Ketentuan ini sebagai syarat di tengah terjadinya pandemi Covid-19 sebelum masuk ke pulau terluar Kabupaten Gresik.

“Ada beberapa rombongan termasuk dari Unair ada 29 orang, dan penumpang anak-anak ada 9 anak,” ujarnya.

Senada dikatakan oleh Kasi Pelayaran Dishub Kabupaten Gresik, Anom Kusumo. Dari data penumpang yang diterima hari ini kebanyakan dari masyarakat umum.

“Secara rinciannya tidak tau karena hanya tertulis penumpang, tidak rombongan. Tapi tadi kita lihat sendiri ada ratusan penumpang masyarakat yang berlayar,” imbuhnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar