Politik Pemerintahan

Qosim-Alif Janji Beri Akses Pasar Bagi Pengrajin Batik Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Pasangan Qosim-Alif berjanji memberi akses pasar bagi pengrajin khas Gresik. Hal ini terinspirasi saat paslon nomor urut 1 itu mendatangi pengrajin di sentra kampung batik di Desa Cerme Lor.

H Ilham, pengusaha batik dengan brand ‘Batik Pitutur’ mulanya yang mengembangkan karya batik dengan motif yang mengafirmasi kebudayaan dan tradisi Gresik.

“Motif batik kami mencerminkan kebudayaan Gresik, temanya seperti damar kurung, pudak, udang, bandeng, gerbang Gresik, dan ¬†gerbang wali,” ujarnya, Kamis (19/11/2020).

Ilham menceritakan, mulanya pada 2009 dirinya dan koleganya, Abdul Aji yang punya keahlian batik, mulai merintis usaha pengembangan karya batik dengan konsep identitas kabupaten Gresik. Bahkan, dirinya merekrut beberapa orang dari beberapa kecamatan di Gresik untuk dilatih membatik.

“Hingga mulai pada 2017, produk kain batik Pitutur digunakan Pemkab Gresik sebagai seragam dinas mulai dari kelurahan sampai Pak Bupati Sambari dan Pak Wabup Qosim. Dan kini sudah kita pasarkan sampai seluruh kota kabupaten di Jatim dan beberapa provinsi di Indonesia, bahkan sampai ada yang dibeli orang luar negeri untuk oleh-oleh,” kata Ilham.

Di sentra batik itu, M.Qosim yang menyempatkan diri melihat ke ruang produksi membatiknya tak bisa menyembunyikan kekagumannya akan keindahan karya batik pitutur.

“Motifnya lembut dan membuat pemakainya bangga dengan kebudayaan khas Gresik,” tuturnya.

Diriny pun menyebut, UMKM seperti batik pitutur ini akan menjadi prioritas pengembangan ekonomi kreatif yang akan dilaksanakan dalam program pemerintahan Qosim-Alif kedepan.

“Usaha kreatif seperti ini harus kita proteksi, kita beri akses pasar seluas-luasnya. Kami punya program kartu UMKM bangkit untuk melaksanakan itu,” ungkapnya.

Haji Ilham dan Abdul Aji sendiri menginginkan adanya pembinaan dan pelatihan membatik untuk masyarakat dari Kecamatan hingga ke Desa.

“Kedepan kami berharap pemerintahan Qosim-Alif bisa meluaskan keterampilan membatik ke lebih banyak masyarakat di Gresik, dan menyediakan peralatan dan fasilitasnya, agar Gresik bisa menjadi kota batik,” pungkasnya. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar