Politik Pemerintahan

QA Tawarkan Program Kartu UKM Bangkit

Gresik (beritajatim.com) – Imbas permasalahan yang dihadapi oleh pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Gresik yakni pemodalan dan pemasaran segera terjawab melalui program yang ditawarkan oleh pasangan Qosim-Alif (QA).

Paslon nomor urut 1 itu meluncurkan kartu UKM Bangkit. Adanya program ini, maka pelaku UMKM akan mendapat bantuan pemodalan dan bantuan pemasaran produk di seluruh toko modern. Tidak hanya itu, produksi UKM Gresik akan dibantu pemasaran melalui marketplace yan disiapkan Qosim-Alif saat diberi amanah menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2020-2025.

Cabup M. Qosim dan Cawabup dr Asluchul Alif dihadapan masyarakat Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Gresik menyatakan siap membantu pelaku UMKM yang terkendala akses pemodalan dan pemasaran. Salah satu pelaku UMKM Nuhartini (40) yang juga pengusaha kripik usus menitipkan mandat kepada Qosim-Alif untuk membantu meningkatkan perekonomian warga, khususnya pelaku usaha UKM di Desa Sidowungu.

Seperti diketahui, Desa Sidowungu dikenal sebagai sentra prduksi daging ayam dan bebek. Hampir seluruh pasar di Gresik, Surabaya dan Sidoarjo dipasok dari Sidowungu. Selama ini, pasokan daging ayam dan bebek bisa mencapai 40 ton sehari, dan pemasarannya dilakukan secara konvensional melalui jalur distribusi pasar. Kedepannya, melalui program UKM Bangkit akan dipertemukan pembeli di luar pasar yang ada.

“Dengan Kartu UKM Bangkit, kami pasangan QA akan mewujudkan daya saing ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Kemudian memfasilitasi kemudahan akses permodalan. Memberikan fasilitas produk unggulan perdesaan berbasis e-commerce serta optimalisasi peningkatan status desa,” ujar M.Qosim, Jumat (16/10/2020).

Ia menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Saat ini, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41 persen, dari jumlah UMKM mencapai 60 juta unit termasuk di Gresik. Sayangnya, hanya 8 persen saja atau sekitar 3,79 juta pelaku usaha yang sudah memanfaatkan platform online. “Tren pergerakan konsumen semakin bertambah di transaksi online. Maka kami harap pada pelaku UMKM di Kabupaten Gresik untuk memanfaatkan peluang ini,” urai M.Qosim.

Sementara Cawabup Asluchul Alif berjanji akan membantu pemasaran produsen keripik usus dan lentho dari Desa Sidowungu. Jika selama ini, pemasaran keripik usus dan lentho sulit menembus pasar modern, maka jika Qosim-Alif memimpin maka keinginan produsen lentho dan keripik usus akan terwujud.

“Saya tegaskan, jika nanti Qosim-Alif terpilih, semua toko modern yang ada di Kabupaten Gresik, khususnya Kecamatan Menganti maka wajib hukumnya untuk menerima produksi keripik usus produksi warga. Jika tidak mau, maka akan kita tutup bersama-sama toko modern yang menolak menjual hasil produksi warga,” pungkasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar