Politik Pemerintahan

QA Siap Tuntaskan Pengangguran di Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Cabup M.Qosim-Cawabup Asluchul Alif (QA) siap menuntaskan pengangguran di Gresik jika terpilih memimpin Gresik lima tahun kedepan.

Solusi penuntasan ini diungkapkan paslon nomor urut 1, Qosim-Alif saat menjadi motivator pelatihan ekonomi kreatif para pemuda di Rumah Kita yang bertempat di Menganti, Gresik.

Co-Founder Rumah Kita, Asropin Gunawan mengaku sangat mengapresiasi paparan visi misi Qosim-Alif. Diakui banyak ilmu dan wawasan yang didapatkan. “Jujur, tadi yang menjadi kendala teman-teman terkait menekuni usaha ekonomi kreatif adalah masalah pemasaran. Dan akhirnya kami sudah mendapatkan jawaban juga solusi, setelah mendengarkan paparan visi misinya Pak Qosim sama Pak Dokter Alif,” ujarnya, Selasa (20/10/2020).

Dalam paparannya, Cabup M. Qosim menjelaskan, angka pengangguran Gresik saat ini tercatat 36.390. Untuk mengatasinya, Qosim-Alif sudah menyiapkan solusi yang akan terselesaikan dalam lima tahun ke depan jika memimpin Kabupaten Gresik.

“Dari total angka itu sudah kami hitung dan selama 5 tahun nanti harus habis,” ungkapnya.

Perlu diketahui saat ini, jumlah industri atau perusahaan di Gresik ada sebanyak 1.340 pabrik. Dari jumlah itu, pemerintahan Qosim-Alif jika diberi amanah akan koordinasi dengan setiap perusahaan dan menghitung karyawan atau pekerja yang hendak memasuki masa pensiun.

Data sementara menyebutkan rata-rata pekerja yang pensiun dari perusahaan se Gresik sekitar 3 ribu orang per semester. Artinya, dalam setahun bisa menyerap antara 6 ribu orang bahkan bisa lebih. Kemudian untuk mengoptimalkan kemampuan calon pekerja, lanjut Pak Qosim, pemerintah akan mendidiknya di Balai Latihan Kerja (BLK). Guru atau pendidik yang melatihnya nanti dari berbagai kalangan, termasuk akademisi dan juga praktisi.

Khusus untuk SMK akan diarahkan sesuai jurusan dan kebutuhan di setiap perusahaan. Hitungan ini belum termasuk menciptakan lapangan kerja baru. “Sehingga insyaallah selama 5 tahun akan selesai. Jadi, tugas saya sama Mas Alif adalah mempersiapkan anda (pemuda) semua,” imbuhnya.

Adapun tingkat serapan kerja di Gresik sendiri tergolong cukup tinggi dalam pertahunnya. Pada tahun 2017 lalu, ada sebanyak 632.529 orang yang bekerja dari total angkatan kerja 662.618 orang.

Tahun 2018, ada 625.842 dari total angkatan kerja 664.523. Kemudian pada tahun 2019 tercatat 620.883 dari total angkatan kerja 657.273, dengan angka pengangguran terbuka 36.390 orang.

“Jadi mereka investor yang mencari makan di gresik, mereka yang tinggal di Gresik harus bisa memberikan manfaat untuk warga Gresik,” urainya.

Selain itu, visi misi Qosim-Alif juga akan memberikan kemudahan dalam mengurus perizinan bagi investor yang hendak berinvestasi di Gresik. Karena investor yang mau masuk akan dilayani dengan digital.

Cawabup Dokter Alif menambahkan, dalam menciptakan lapangan kerja baru salah satunya bisa dipenuhi dari sektor pengembangan UMKM. Karena itu, Qosim-Alif juga menyiapkan program

“Kartu UMKM Bangkit’ yang nantinya ada intervensi pemerintah dalam kemudahan mendapatkan permodalan serta pemasaran,” tandasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar