Politik Pemerintahan

Pilkada Gresik 2020

QA Perhatikan Keluhan Nelayan Tradisional

Gresik (beritajatim.com) – Sejumlah nelayan tradisional Kecamatan Ujungpangkah dan Panceng berkesempatan bertatap muka dengan pasangan Cabup M.Qosim-Cawabup Asluchul Alif (QA), menyampaikan sejumlah harapan, dan kesejahteraan mereka. Salah satu keluhan yang disampaikan adalah regulasi tangkap ikan yang masih belum jelas. Sehingga, nelayan tradisional kesulitan memasarkan hasil ikan tangkap.

Agus Dasuki, Ketua Komunitas Nelayan Tradisional Ujungpangkah, dan Indonesia menitipkan nasib nelayan kepada M.Qosim dan dr. Alif. “Pak Qosim, kami titip nasib nelayan tradisional wilayah utara”, ujar Agus Dasuki, Jumat (23/10/2020).

Ia menjelaskan, regulasi terkait ikan tangkap perairan dinilai belum jelas dan terkesan belum mengayomi nelayan khususnya nelayan tradisional. “Kami titip regulasi nelayan khususnya terkait alat penangkap ikan yang tidak ramah lingkungan,” ujarnya.

Untuk itu, Agus Dasuki berharap pasangan Qosim-Alif bisa menang dalam pilkada langsung 2020 sehingga bisa memperjuangkan nasib nelayan tradisional.

Atas permintaan ini, Cabup M. Qosim akan berkoordinasi Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Dinas Kelautan Perikanan Pemprov Jatim untuk mensikronkan aturan main dalam pengelolaan maupun tangkap ikan perairan. Agar hasil tangkap bisa terserap pasar dengan harga yang bagus, pihaknya menyiapkan ruang pemyimpanan hasil tangkap berpendingan (cold storage).

Selanjutnya, dirinya dan pasangannya dr Alif akan membentuk BUMD khusus Pengelolaan ikan. Tujuannya agar hasil tangkapan ikan bisa bernilai lebih dan efeknya bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan. Upaya lainnya yakni memberikan pelatihan dan subsidi kebutuhan produksi ikan, serta penyediaan fasilitas pendingin ikan yang dapat digunakan oleh komunitas nelayan.

“Nanti, BUMD Perikanan tidak saja menampung hasil tangkapan nelayan, namun juga mengatur sistem pengangkutan hasil laut yang langsung menuju pasar utama. Sehinggahal ini dapat mengurangi pembengkakan biaya distribusi dan memperlama daya tahan hasil laut,” urainya.

Sementara itu, Cawabup dr. Alif menjelaskan, dirinya juga akan menginventarisir kebutuhan nelayan di pesisir Gresik. Hasil laut tangkapan nelayan Gresik yang menjadi komoditas ekspor dan diminati pasar internasional, akan difasilitasi pemasarannya dengan dipertemukan antara buyer atau importir dari luar negeri.

“Nelayan di Gresik selama ini menjual hasil tangkapannya di 20 tempat pelelangan ikan (TPI) di sejumlah kecamatan. Saat ini jumlah nelayan Gresik mecapai 10.500 orang. Yang sudah masuk atau ikut asuransi nelayan mencapai 3.545 nelayan , sisanya akan kami upayakan untuk ikut asuransi semuanya,” pungkasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar