Politik Pemerintahan

PWI Pamekasan: HPN Momentum Evaluasi Tingkatkan Kredibilitas

Abd Aziz, Ketua PWI Pamekasan.

Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Abd Aziz menegaskan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 sebagai momemtum evaluasi untuk meningkatkan kredibilitas dan kemampuan melaksanakan tugas kewartawanan.

Hal tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen jika profesi wartawan menjadi kebanggaan tersendiri, terlebih profesi wartawan juga mendapat pengakuan dari negara sebagaimana dituangkan dalam Ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Berprofesi sebagai wartawan tentunya menjadi kebanggaan tersendiri, sekalipun tidak sedikit yang justru menyalahgunakan profesi mulia ini. Terlebih label profesi ini seringkali dijadikan sebagai alat untuk menakut-nakuti dan bahkan memeras masyarakat oleh oknum tertentu,” kata Ketua PWI Pamekasan, Abd Aziz, Selasa (9/2/2021).

Baginya, kondisi tersebut menjadi perhatian sekaligus kekecewaan. Terlebih selama ini pihaknya selalu mendapat keluhan karena ada yang mengaku sebagai wartawan dan bekerja tanpa mengindahkan regulasi yang tertuang dalam undang-undang pers maupun kode etik jurnalistik.

“Berdasar keluhan yang sering kami dapatkan, banyak yang awalnya mengaku sebagai wartawan dan pada kesempatan lainnya bertindak sebagai LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Kondisi seperti ini tentunya mencederai wartawan yang memiliki label profesi mulai,” ungkapnya.

Dari itu pihaknya menegaskan masyarakat maupun pejabat publik juga berhak menolak wawancara dengan wartawan yang belum dinyatakan lulus uji kompetensi. “Sangat penting bagi publik untuk mengetahui media resmi yang diakui Dewan Pers, termasuk nama wartawan yang mendapat legitimasi secara administratif maupun faktual,” jelasnya.

“Di sana (website resmi Dewan Pers, dewanpers.or.id) sudah diumumkan nama media maupun wartawan yang dinyatakan kompeten. Sehingga dengan mengatahui hal itu, tidak lagi terjadi campur aduk antara media resmi dan media abal-abal,” tegasnya.

Dari itu pihaknya menyarankan pentingnya partisipasi dari instansi terkait untuk ikut serta sosialisasikan keberadaan media resmi yang diakui Dewan Pers. “Dari itu, HPN kali ini menjadi momentum tepat untuk evaluasi, sekaligus meningkatkan kredibilitas dan kemampuan melaksanakan tugas kewartawanan,” pungkasnya. [pin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar