Politik Pemerintahan

PWI Jatim: Pers Berkaitan Erat dengan Politik dan Demokrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua PWI Jawa Timur, Ainur Rohim, mengingatkan terkait eratnya relasi antara pers dengan politik dan demokrasi. Hal itu Ia ungkapkan dalam sambutannya pada acara ‘Seminar Pilkada Serentak 2020: Jogo Jawa Timur, Aman, dan Demokratis’ yang digelar PWI Jatim, Kamis (5/3/2020).

“Pers dengan politik dan demokrasi sesungguhnya memiliki relasi atau berkaitan dengan sangat erat. Kalau dari ilmu politik, relasi pers dengan pertumbuhan demokrasi bisa dilihat dari tiga bingkai,” kata Ainur Rohim.

Pertama, menurut pria yang akrab disapa Air ini, pers adalah marketplace of idea. Ini berarti, pers adalah tempat untuk memasarkan ide dan gagasan dari para politisi. “Berarti akan ada pertukaran dengan asas yang sama atau proporsional. Memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” ujarnya

“Para bakal calon harus bisa memanfaatkan itu secara maksimal dengan kemasan yang super,” tambah pimpinan beritajatim.com itu.

Kedua, Ainur Rohim menjelaskan jika pers adalah wacthdog atau pengawas. “Dalam UU pers ditransformasikan dalam bahasa yang disebut kontrol sosial,” paparnya.

“Ketiga, pers adalah aktor politik dan demojrasi. Tapi tidak melakukan politik praktis. Mereka berpolitik dengan normatif. Harusnya pers bisa menjadi referensi bagi publik luas,” pungkas Ainur Rohim.

Sebagai informasi, seminar yang digelar oleh PWI Jatim ini adalah bagian dari rangkaian acara perayaan Hari Pers Nasional (HPN) oleh PWI Jatim. Pada gelaran kali ini, nampak hadir Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak bersama jajaran Forkopimda Jawa Timur.

Turut hadir pula beberapa tokoh yang namanya sering disebut di bursa Pilwali Surabaya. Di antaranya adalah M. Yasin, Gunawan, dan Reni Astuti. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar