Politik Pemerintahan

Putus Klaster Perkantoran, BPBD Kabupaten Mojokerto Maksimalkan Sterilisasi Disinfektan

Penyemprotan cairan disinfektan di Kantor Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Untuk menekan klaster perkantoran yang belakangan tren, Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Mojokerto dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengintensifkan sterilisasi penyemprotan cairan disinfektan di lingkup perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto.

Penyemprotan cairan disinfektan tersebut dilaksanakan di Kantor Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Bagian Pemerintahan, Bagian Pembangunan serta Bappeda. Penyemprotan cairan disinfektan dilakukan mulai tanggal 29 sampai 30 September 2020.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, penyemprotan disinfektan di ruang tertutup seperti perkantoran adalah upaya antisipasi persebaran Covid-19. Terlebih lagi, intensitas bertemu pekerja kantoran sangat tinggi ketika beraktivitas.

“Penyemprotan ini bukan karena ada yang terpapar lalu lockdown. Tidak seperti itu. Sterilisasi kita lakukan tiap minggu secara bergilir, karena kita benar-benar memaksimalkan pencegahan. Jangan sampai terjadi hal-hal tidak diinginkan,” ungkapnya.


Selain menjadi agenda rutin mingguan, lanjut Zaini, sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan ini disesuaikan dengan permintaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau pegawai yang memang memanfaatkan ruang dan gedung tersebut untuk kerja setiap hari.

Sebagai informasi, BPBD Kabupaten Mojokerto secara berkelanjutan telah melaksanakan beberapa giat penanganan dan pelaksanan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Antara lain penyemprotan disinfektan dan probiotik pada OPD/lembaga yang memiliki tugas pelayanan.

Seperti masjid, musala, balai desa, sekolah, kampung tangguh dan Desa Tanggap Bencana (Destana) sebanyak 60 kali. Selain itu, BPBD juga memberi bantuan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 dengan menyalurkan bantuan CSR sejumlah perusahaan.

Bantuan yang diterima, tersimpan di gudang logistik BPBD berupa APD lengkap, disinfektan, hand sanitizer, sabunc cuci, wastafel dan paket sembako. Ragam bantuan ini selanjutnya didistribusikan pada 56 kampung tangguh, delapan Destana, lima masjid/ponpes tangguh, serta giat pembinaan non ASN pada sembilan OPD dan dua RSUD. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar