Politik Pemerintahan

Putra Madura Jadi Ketua PWNU Sumsel

Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA (kiri) dan KH Amiruddin Nahrawi alias Cak Amir.

Jakarta (beritajatim.com) – Ketua Umum PBNU Prof Dr Said Aqil Siroj MA memberikan banyak wejangan kepada Ketua PWNU yang baru KH Amiruddin Nahrawi alias Cak Amir dalam pertemuan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Antara lain Cak Amir diminta ikut membantu pemerintah khususnya di Sumsel dalam penanganan pandemi Covid 19.

Selain itu Cak Amir yang baru terpilih bulan lalu, diminta membawa Nahdlatul Ulama ikut menciptakan iklim damai, sejuk dan menjaga keamanan kenyamanan dalam masyarakat. Cak Amir adalah putra Madura pertama yang menjadi Ketua PWNU Sumsel.

Dia berdomisili di Sumsel sejak tahun 1990an memang dikenal sebagai ulama dan dikenal luas di kalangan masyarakat.

Dalam pertemuan yang dibungkus dalam acara halal bihalal tersebut, Prof Said Aqil menyebut Nahdlatul ulama memiliki prinsip moderat, tawasut, toleran dan tasawuf. “Saya minta Nahdlatul Ulama di Sumsel berkontribusi pada perdamaian, rasa aman dan tenteram serta kemajuan,”katanya.

Dalam kesempatan itu Cak Amir mengungkapkan PWNU di bawah kepengurusannya (2020-2025) juga aktif berperan melawan Covid 19 antara lain dengan memberikan bantuan pangan kepada para ulama NU, anak panti asuhan dan pondok pesantren, serta warga Nahdliyin yang terkena dampak Covid 19.

Selain itu, lanjut Cak Amir, sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat memberi bantuan kepada PWNU Sumsel antara lain Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex, Bupati Banyuasin Askolani Jasi, tokoh pengusaha Kemas H Abdul Halim H Ali serta Yanto.

“Pak Haji Halim memberi hibah tanah 350 hektar untuk pondok pesantren Nahdlatul Ulama dan Pak Yanto pengusaha asal Jatim juga memberikan hibah tanah seluas 125 hektar untuk PWNU Sumsel,” jelas Cak Amir.

Mengetahui para pejabat dan tokoh pengusaha memberi bantuan kepada PWNU Sumsel, Prof Said Aqil langsung kirim salam. “Terimakasih kepada para pejabat dan pengusaha Sumsel yang sudah memberikan bantuan kepada PWNU Sumsel,” katanya.

Nahdaltul Ulama (NU)

Secara terpisah ketika ditanya tentang virus Corona, Cak Amir menghimbau masyarakat tidak panik. “Dengan membaca Al Quran InsyaAllah bisa menjadi obat, misalnya membaca surah Al Ikhlas. Itu bisa menjadi obat. Kita NU waspada, tapi tidak boleh panik,” jelas Cak Amir.

Cak Amir yang sudah berdoimisili di Sumsel tahun 1990 an saat ini menjadi sosok yang familiar. Selain itu Stafsus Gubernur Sumsel bidang keagamaan ini juga bisa merangkul berbagai lapisan masyarakat untuk masuk dalam kepengurusan PWNU Sumsel. “Keberagaman akan membawa PWNU lebih baik dalam berkontrbusi untuk Sumatera Selatan,” ujarnya.(ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar