Politik Pemerintahan

Puti Guntur Bertemu dengan Seniman Jaranan

Surabaya (beritajatim.com) – DPR RI berharap jajaran Pemkot Surabaya memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan sanggar-sanggar tradisional. Khususnya seni tradisional Jaranan.

Hal itu terungkap dari gelaran reses yang dilakukan oleh anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno di kawasan Tidar. Di lokasi ini, terdapat satu sanggar kesenian tradisional Jaranan yang sudah terkenal di Jawa Timur.

“Mereka ini sudah sering manggung di berbagai wilayah di Jawa Timur. Tapi sarana dan prasarana yang mereka miliki masih sangat minim. Harusnya, Pemerintah Kota Surabaya dalam hal ini bisa hadir lebih maksimal lagi,” ujar Puti Guntur seusai mendengar aspirasi para seniman tradisional jaranan.

“Terlebih lagi, seniman-seniman yang di sini ini mayoritas masih anak-anak. Apresiasi yang diberikan harus lebih-lebih. Karena jarang yang begini. Paling tidak harusnya mereka difasilitasi tempat latihan yang layak,” tambah politisi PDIP yang juga cucu Bung Karno itu.

Tidak berhenti sampai situ saja, Puti Guntur juga memastikan bahwa kondisi yang Ia temukan kali ini akan dibawa ke pemerintah pusat agar jadi bahasan serius. “Saya akan bawa ke rapat-rapat kerja bersama Kemendikbud agar kita bisa petakan di ruang-ruang mana pemerintah pusat bisa hadir,” pungkasnya.

Di sisi lain, pada kesempatan terpisah, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana sempat memaparkan terkait visi yang Ia miliki untuk Surabaya ke depan. Masing-masing RT, menurutnya, bakal mendapatkan alokasi anggaran untuk pengembangan potensi wilayah. Salah satunya untuk pengembangan SDM seperti yang dibutuhkan para seniman tradisional.

“Alokasi anggaran Rp 50-100 juta per RT akan kita wujudkan demi pemerataan pembangunan infrastruktur, SDM, dan ekonomi. Pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui destinasi wisata akan kita bangun,” ujar politisi yang digadang-gadang menjadi suksesor Wali Kota Risma di Pilwali Surabaya 2020 ini. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar