Politik Pemerintahan

Pungkasiadi, Ketua DPC PDI-P Kabupaten Mojokerto Periode 2019-2024

Mojokerto (beritajatim.com) – Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Perjuangan Indonesia (DPC PDI-P). Nama Pungkasiadi tiba-tiba muncul di Konferensi Cabang (Konfercab) PDI-P yang digelar di Madiun, Minggu (7/7/2019).

Sebelumnya, nama wakil Bupati Mojokerto nonaktif Mustofa Kamal Pasa ini tidak tak pernah diusulkan dalam raker antar Pengurus Anak Cabang (PAC). Sehingga dengan terpilihnya Pungkasiadi menjadi Ketua DPC PDI-P menjadi kejutan bagi pengurus partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDIP Mojokerto, Ismail Pribadi membenarkan hal tersebut. Sabtu (6/7/2019) lalu, sebanyak 18 PAC mengusulkan banyak nama untuk menduduki kursi Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris hingga Bendahara. “Tidak ada nama Pak Pung (Pungkasiadi, red),” ungkapnya, Senin (8/7/2019).

Dalam proses penjaringan calon pengurus harian partai digelar melaui rapat kerja (raker) antar PAC di gedung pertemuan Kota Mojokerto tersebut muncul sejumlah nama. Diantaranya, Ismail Pribadi dan Ketua DPC PDI-P Mojokerto periode 2014-2019, Setia Puji Lestari dan Yuni Sri Erdiana serra sejumlah nama pengurus DPC PDI-P lainnya.

“Pokoknya banyak nama lah saat raker PAC, nama Pak Pung tidak ada. Pak Pung terpilih sebagai Ketua DPC PDIP Mojokerto periode 2019-2024 sudah ditentukan oleh DPP. Memang ini membuat PAC terkejut tapi saya jelaskan ke PAC bahwa DPD Jatim berhak mengusulkan calon Ketua DPC,” jelasnya.

Setelah digodok Dewan Pimpinan Daerah (DPD), lanjut Ismail, kemudian diusulkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Setelah itu kemudian keluar rekomendasi tersebut yakni Pungkasiadi menjadi Ketua DPC PDI-P Kabupaten Mojokerto periode 2019-2024.

“Ketua Pak Pung, posisi Sekretaris dijabat Sri Erdiana, sedangkan Bendahara diisi Arifin. Pak Pung saat pencalonan dengan Pak MKP tahun 2015, beliau berdua kan diusung PDIP. Otomatis harus masuk jajaran kader. Pak Pung sudah ber-KTA sejak menjelang Pilbup 2015,” tegasnya.

Ismail menambahkan, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 lalu, Pungkasiadi maju menjadi Calon Wabup berpasangan dengan Mustofa Kamal Pasa (MKP) yang kini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasangan Mustofa-Pungkasiadi diusung tujuh parpol koalisi Putra Bangsa Nusantara (Purbantara).

Yaitu PDI-P, Partai Golongan Karya (Golkar), Demokrat, Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Pasangan ini terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto periode 2015-2020.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar