Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Puncak HUT ke-265 Kota Yogyakarta Bisa Disaksikan Melalui Channel Youtube

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. [Tengah]

Yogyakarta (beritajatim.com) – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-265 Kota Yogyakarta jatuh pada, Kamis (7/10/2021) besok. Puncak rangkaian HUT ke-265 Kota Jogjakarta, Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) pada, Kamis (7/10/2021) bisa disaksikan secara daring melalui kanal YouTube.

Puncak acara HUT ke-265 Kota Jogjakarta akan digelar mulai pukul 19.00 WIB. Warga Kota Jogjakarta dan sekitarnya yang tidak bisa menyaksikan langsung WJNC yang digelar di Stadion Mandala Krida bisa menyaksikan melalui channel YouTube Pemerintah Kota (Pemkot) Jogjakarta dan Dinas Pariwisata Kota Jogjakarta.

Rangkaian acara HUT telah disiapkan selama tujuh hari dimulai tanggal 1 Oktober hingga pada puncak acara, Kamis (7/10/2021) besok. Rangkain acara telah dilakukan yakni launching logo HUT Kota Jogja ke-265 pada, Jumat (1/10/2021) pekan lalu, Dekorasi Arsip Foto bertema Jogja Tempoe Doeloe dan Kini pada, Minggu (3/10/2021).

Festival Permainan Rakyat pada, Selasa (5/10/2021) kemarin dan WJNC sebagai puncak acara pada, Kamis (7/10/2021) besok. Puncak acara nantinya ditayangkan secara virtual dengan harapan seluruh warga Jogjakarta dapat berpartisipasi secara daring karena merupakan pesta rakyat.

Agenda tersebut sudah masuk dalam Calendar of Event (COE) Nasional yang ditetapkan Kementerian pariwisata Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI). HUT kali ini mengambil tema, ‘Tanggap Tanggon Tuwuh’.

“Tanggap berarti kecepatan dalam beradaptasi dengan situasi yang terus berkembang, Tanggon berarti tangguh dan kokoh walau situasi tak menentu namun tetap kuat dan tidak menyerah dan Tuwuh berarti kemampuan untuk terus hidup dan berkembang apapun kondisinya,” ungkap Wali Kota Jogjakarto, Haryadi Suyuti.

Dalam penyelenggaraan WJNC sebagai puncak acara, penerapan protokol kesehatan menjadi poin utama. Sebanyak 300 orang pengisi acara dan kru minimal sudah vaksin dosis pertama. Sebagai penanda sudah vaksin, para peserta dan kru akan memakai gelang vaksin.


“Ini penanda kami, pakai gelang vaksin. Ini penanda yang disepakati bersama, daripada tiap hari harus memperlihatkan kartu vaksin, mending pakai gelang vaksin. Sebelum acara, semua pengisi acara dan tamu undangan juga wajib swab antigen dengan hasil negatif,” katanya.

Wali Kota menjelaskan, jika Kota Yogyakarta sudah bisa menerima wisatawan untuk berkunjung ke Kota Yogyakarta meski masih berada di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat y(PPKM) Level 3. Menurutnya, Kota Yogjkarta belum turun level karena sejumlah faktor.

“PPKM itu adalah capaian vaksinasi, yang kedua penegakan protokol kesehatan bukan yang ketat tapi penegakan secara disiplin kaitannya dengan protokol kesehatan. Yakni memakai masker, mencuci, menjaga, mengurangi dan menjauhi. Ini yang harus kita tegakan dan mengurangi mobilitas, ini yang susah,” ujarnya.

Sehingga Pemkot Yogyakarta mencoba membuat festival dengan jumlah penonton terbatas. Wali Kota meminta untuk mengoreksi kegiatan WJNC, jika dalam penyelenggaraan ada hal-hal yang sekiranya kurang sebagaimana mestinya adanya kerumunan di tengah-tengah sebuah proses penyelenggaraan pertunjukan.

“Memang kami menyadari, pertunjukan yang bisa disaksikan dengan online tidak mudah. Harus speakernya bagus, soundnya bagus, lightingnya juga bagus. Kalau tidak maka hasilnya tidak bagus, gambar, suaranya tidak bagus. Destinasi wisata Kota Yogyakarta sudah banyak yang buka, silahkan Anda nikmati,” urainya.

Wali Kota menambahkan, Famtrip di Kota Yogyakarta memiliki banyak keindahan alam. Di sebelah utara pemandangan berbasis gunung, wisata berbasis laut di sebelah selatan, wisata kolosal naik sepeda ada di Monalisa dengan jarak mulai 10 km sampai 100 km dan lainnya. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar