Politik Pemerintahan

Puncak HPN di Mojokerto, Ini Kata 2 Kapolres

Mojokerto (beritajatim.com) – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto digelar di hall Ayola Hotel, Kota Mojokerto, Minggu (1/3/2020) malam.

Kapolres Mojokerto raya menyampaikan arti sinergitas antara wartawan dan pihak kepolisian dalam menjalankan tugas masing-masing yang sudah terjalin selama ini.

Dalam sambutannya, Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto mengatakan, karena wartawan berita terkait Polresta Mojokerto bisa sampai ke pimpinan. “Jujur kita tidak mengeluarkan apa-apa. Kita tidak harus bayar ini, bayar itu sehingga kasus diungkap yang ada di kita bisa disiarkan secara nasional,” ungkapnya.

Masih kata Kapolresta, hal tersebut yang membuat pihaknya mengucapkan terima kasih kepada wartawan khususnya di Mojokerto. Menurutnya, tanpa apapun dan hubungan bagus antar wartawan di Mojokerto dengan Polresta Mojokerto yang selama ini yang sudah terjalin bisa lebih ditingkatkan lagi.

“Sehingga kita dapat saling berpelukan. Terkait HPN, terima kasih saya utamanya dan Kapolres Kabupaten sudah diajak cawe-cawe, kita tidak repot tapi ini menjadikan kita merasa dihormati. Merasa terhormat dalam kegiatan ini. Tanpa kehadiran rekan-rekan mengajak kita, kita tidak terlibat dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Karena sinergitas antara wartawan dengan pihak kepolisian, lanjut Kapolresta, bahkan Kapolres Mojokerto yang sedang menghadiri pernikahan salah satu yunior di Surabaya namun karena hubungan baik dengan wartawan di Mojokerto langsung hadir. Hal tersebut menjadikan semua guyup rukun untuk menjaga Mojokerto raya.

“Wartawan berani-berani, polisi pun tidak ditakuti. Rekan-rekan wartawan sama dengan kita, waktunya bahkan 24 jam sehingga penyakitnya tidak jauh berbeda, sama dengan kita. Tapi alhamdulilah kemarin kita sudah menggelar medical cek up tapi banyak juga yang takut jarum suntik,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung mengatakan, pihaknya butuh wartawan dan begitu sebaliknya. “Kebersamaan itu adalah suatu anugrah, harus disiasati dan ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan. Kami dari polisi sangat rentan, karena wartawan kontrol sosial sebagai pengawas kami,” jelasnya.

Namun masukan, inbox dan kritikan yang selama ini sudah terjadi menjadikan Polres Mojokerto lebih baik. Hal tersebut dinilai mantan Kapolres Lamongan cukup dirasakan. Yakni dengan kolaborasi dan sinergitas yang baik, yang harus terus dikembangkan dengan budaya kerja yang baik dan terus menyebarkan aura positif dan kerjasama.

“Dua bulan saya di Mojokerto, hubungan wartawan dengan kami kami cukup terbuka dan saya terus terang gara-gara realese TNI gadungan masalah janda saya ditegur. Itu viral jadi status anggota, di medsos gara-gara jawaban janda enak. Wartawan yang mem-viralkan, ini sebagai bentuk kebersamaan dan dua bulan menjadi moment luar biasa bagi kita semua,” tegasnya.

Kapolres menambahkan, hubungan yang baik tersebut diharapkan bisa ditindaklanjuti dalam hal apapun dan bersinergi. Karena pihak kepolisian khususnya Polres Mojokerto juga butuh pemberitaan-pemberitaan untuk menyuarakan hal positif yang terkait dengan kinerja pihak kepolisian khususnya Polres Mojokerto.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia HPN 2020, Aminudin Ilham menyampaikan rangkaian kegiatan HPN 2020 yang digelar PWI Mojokerto dengan menggandeng Polres Mojokerto, Polresta Mojokerto dan Kodim 0815 Mojokerto. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, sosialisasi masuk TNI/Polri, baksos dan olahraga bersama Forkopimda.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar