Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Syukuran Potong Tumpeng

Puluhan Wartawan di Ponorogo Peringati HPN 2022

Ponorogo (beritajatim.com) – Hari pers nasional (HPN) 2022 diperingati tepat hari ini Rabu tanggal 9 Februari. Di bumi reyog, puluhan wartawan memperingatinya dengan sederhana.

Yakni dengan melakukan syukuran potong tumpeng dan bakti sosial. Bertempat di balai wartawan jalan Raden Saleh Kelurahan Mangkujayan, selain insan pers di Ponorogo, syukuran juga diikuti oleh Bupati Sugiri Sancoko, Polres dan Kodim 0802 Ponorogo. Meski dirayakan secara sederhana, namun tidak menghilangkan makna peringatan HPN yang dilakukan setiap bulan Februari tersebut.

Sebelum pemotongan tumpeng, juga dilakukan doa bersama kepada teman-teman wartawan Ponorogo yang sudah meninggal. Yakni almarhum Supriyadi (Ponorogo Pos), Muhammad Zainuddin (Suara Jatim Pos) dan Sunardi (koran Jurnal).


“Kita doakan almarhum Supriyadi, Mohammad Zainuddin, dan Sunardi. Semoga amal ibadah ketiganya senantiasa diterima di sisi-Nya,” kata Muhammad Nur Yassin, salah satu wartawan senior di Ponorogo, Rabu siang.

Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi covid-19, dalam perayaan HPN puluhan wartawan ini tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Yassin menyebut perayaan HPN 2022 ini menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme. Sehingga produk jurnalis yang dihasilkan bisa mengedukasi dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Sudah barang tentu jika para jurnalis juga ikut berperan dalam menyampaikan informasi dan mencerdaskan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu bupati Sugiri Sancoko yang juga hadir mengaku menjadi suatu kebanggaan bisa hadir di tengah-tengah wartawan. Menurutnya, insan pers merupakan fungsi kontrol dan tetap harus kritis untuk kebijakan dari pemerintah. Dia mempersilahkan para wartawan mengkritisi, asal kritik yang konstruktif.

“Saya juga butuh teman berpikir dalam membangun Ponorogo yang lebih baik,” pungkasnya.

Pada rangkaian HPN tahun 2022 ini, selain melakukan tumpengan, puluhan wartawan di Ponorogo itu sebelumnya juga mengadakan fogging, pembagian obat fogging. Sebab penyakit demam berdarah dengu sedang marak di bumi reyog. Menggandeng paguyuban pecinta ikan cupang, mereka juga membagikan ikan cupang kepada warga. Sebab, ikan cupang bisa jadi predator untuk jentik-jentik nyamuk. Tidak lupa, juga melakukan bakti sosial dengan pembagian sembako kepada mereka yang membutuhkan. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev