Politik Pemerintahan

Puluhan Penyelenggara Pilbup Jember Tolak Disebut Dukung Calon Independen

PDI Perjuangan menyerahkan berkas 21 nama penyelenggara dan lima pengawas pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang masuk dalam berkas pendukung pasangan calon independen Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto

Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 21 orang penyelenggara pemilihan bupati mengklarifikasi tercatatnya nama mereka dalam berkas dukungan untuk calon bupati dan wakil bupati dari jalur independen, di kantor Komisi Pemilihan Umum di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (2/7/2020). Sementara untuk lima orang pengawas desa diserahkan penanganannya kepada Badan Pengawas Pemilu.

PDI Perjuangan menemukan 20 nama anggota panitia pemungutan suara, satu orang anggota panitia pemilihan kecamatan, dan lima orang anggota panitia pengawas tingkat desa yang masuk di berkas dukungan untuk Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto. Faida sendiri saat ini masih menjabat bupati Jember.

“Dari hasil klarifikasi, tidak ada satu pun penyelenggara pemilu yang secara jelas menjadi pendukung calon perseorangan. Bahkan ada beberapa nama di antaranya yang tidak sesuai. Nama sama, tapi abjad dan nomor induk kependudukan berbeda. Sudah kami klarifikasi, ternyata (nama) itu bukan yang (orang) disebutkan, ada yang tetangganya,” kata Andi Wasis, salah satu komisioner KPU Jember.

Ada sebagian nama yang sesuai. Namun, menurut Andi, tak ada yang merasa terlibat dalam dukungan calon perseorangan. “Kami langsung meminta yang bersangkutan membuat surat pernyataan. Dalam surat pernyataan dijelaskan apakah benar mereka terlibat atau tidak,” katanya.

Andi mengatakan, ada beberapa penyelenggara mengakui telah memberikan data, namun bukan untuk keperluan dukungan politik. “Katanya untuk bantuan dan sebagainya. Bisa jadi itu memang untuk keperluan (administrasi) bantuan, hanya kebetulan namanya muncul, terus dia beranggapan bahwa dulu pernah dimintai KTP dan KK,” katanya.

Sementara itu, Bambang Silobudi, anggota Petugas Pemungutan Suara Desa Pakis, Kecamatan Panti, mengaku terkejut saat mengetahui namanya muncul dalam berkas dukungan calon perseorangan. “Saya segera melakukan konfirmasi ke panitia pemilihan kecamatan dan panitia pengawas,” katanya.

Bambang merasa nama baiknya sebagai penyelenggara pilkada dirugikan. “Ini tanpa sepengetahuan saya,” katanya. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar